0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Terdaftar Jadi Pengamanan TPS, Linmas Aniaya Danton

Ilustrasi (dok.merdeka.com)

Solo — Lantaran tidak diikutsertakan dalam Tim Pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pilkada tanggal 9 Desember nanti, seorang Linmas di Kelurahan Serengan, Solo nekat menganiaya rekan kerjanya. Padahal, keputusan diikutsertakan seorang petugas pengamanan TPS telah diputuskan oleh pihak kelurahan.

“Jadi, tersangka ini nekat melakukan penganiayaan lantaran tidak tercantum dalam tim pengamanan TPS saat Pilkada nanti,” terang Kapolsek Serengan Kompol Edi Wibowo melalui Kasi Humas Polsek Serengan, Aiptu Suharyanto, Rabu (2/12) siang.

Informasi yang dihimpun, pada Minggu (29/11), tersangka yang diketahui bernama Herry Santoso (53), warga Kampung Dawung Tengah RT 05/ RW 15 Serengan, Solo geram dengan tidak diikutsertakan dalam tim pengamanan TPS. Tersangka yang mengetahui hal tersebut, mengajak anaknya bernama Dennis Kanigara (19) mendatangi korban, yakni Sumardi  (65) yang merupakan Komandan Peleton (Danton) Linmas di Kelurahan Serengan.

Saat bertemu korban, tersangka menanyakan kejelasan kenapa dirinya tidak ikut dilibatkan. Korban menjawab, bahwa keputusan dilibatkan seorang anggota Linmas untuk menjadi pengaman sudah ditetapkan oleh Lurah Serengan. Mendapat jawaban yang tidak memuaskan itu, akhirnya tersangka memukul korban. Sempat terjadi perkelahian di antara keduanya. Anak tersangka yang melihat kejadian itu, akhirnya ikut mengeroyok. Hingga akhirnya, korban mengalami luka di bagian bibir dan pelipis lantaran dihajar bapak dan anak itu.

“Setelah dianiaya, korban melapor ke Polsek dan kami tindaklanjuti dengan menahan tersangka,” jelas Kapolsek.

Disinggung tidak ikut dilibatkannya tersangka oleh pihak Kelurahan Serengan saat perhelatan pesta demokrasi itu, Kasi Humas menerangkan, bahwa perilaku korban dikenal kurang disiplin serta tidak taat aturan. Sehingga, dikhawatirkan justru merugikan tim pengaman TPS saat mendapat tanggung jawab besar tersebut.

Saat ini, tersangka diamankan pihak kepolisian. Sementara, anaknya mendapat hukuman wajib lapor lantaran ikut serta dalam penganiayaan tersebut. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal  170 tentang Penganiayaan dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge