0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

November, Inflasi Solo Naik 0,32 Persen

dok.merdeka.com
Cabe merah (dok.merdeka.com)

Solo – Berdasarkan hasil pemantauan harga yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Solo, selama November 2015 Kota Solo terjadi inflasi sebesar 0,32 persen. Angka inflasi tersebut lebih tinggi jika dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 0,26 persen.

“Tingginya inflasi ini disebabkan adanya kenaikan harga-harga yang ditunjukan oleh naiknya angka indeks harga konsumen (IHK), atau dari 118,28 pada Oktober 2015 menjadi 118,66 pada November 2015,” Ujar Kepala BPS Solo, R Bagus Rahmat Susanto kepada wartawan, Selasa (1/12).

Dirinya mengatakan, dari tujuh kelompok pengeluaran konsumsi yang dihitung IHK nya rata-rata mengalami kenaikan. Misalnya kelompok bahan makanan naik 0,37 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,45 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,26 persen, sandang naik 1,17 persen, kesehatan naik 0,29 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga naik, 0,16 persen, transport, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,02 persen.

Sementara untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga memberikan sumbangan terhadap laju inflasi, menurutnya adalah kontrak rumah, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras dan lainya.

“Sedangkan untuk komoditas yang mengalami penurunan sehingga menghambat laju inflasi diantaranya adalah cabai merah, cabai rawit, minyak goreng, bawang merah, kangkung, besi beton, lele, batu bata dan udang,” jelasnya.

Lebih lanjut dia juga menyampaikan, pada November 2015 inflasi kota Solo termasuk tertinggi jika dibandingkan wilayah lain di Jawa Tengah. Namun secara tahun kalender 2015 (Januari-November) cukup rendah yaitu hanya 1,56 persen jika dibandingkan kota Tegal yang mencapai 2,98 persen.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge