0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Boyolali

Mobilisasi PNS, Camat Disandera Ratusan Warga

Aksi ratusan massa warga Desa Bendo,Nogosari,menyandera Camat Nogosari, Wagino, di depan rumah Kades Bendo (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Ratusan warga Desa Bendo, Nogosari, Boyolali, menyandera Camat Nogosari, Wagino, Senin (1/12) malam. Warga melakukan penyanderaan karena camat dan Kades Bendo, Samsidi, digrebek saat sedang melakukan mobilisasi pns terkait Pilkada di rumah salah satu PNS.

Aksi penggrebekan warga di rumah Jiman, PNS yang digunakan untuk pertemuan dilakukan warga pukul 21.00 WIB. Pertemuanpun yang diduga mobilisasi PNS agar mendukung paslon nomer 1 Seno Samudro-Said Hidayat langsung bubar. Dalam kesempatan tersebut, Kades Bendo, Samsidi, berhasil kabur. Sementara Camat Nogosari langsung disandera warga di rumah Kades Bendo. Ratusan massa berkumpul di depan rumah sang Kades.

“Tadi saya dapat SMS dari salah satu PNS yang ikut pertemuan, kita langsung ke lokasi dan kita bubarkan,” kata Joko Riyanto, warga Pulutan yang juga tim pemenangan Paslon Agus Purmanto-Sugiyarto.

Sementara upaya pembebasan Camat Nogosari berjalan alot, Panwaslu dan Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono, gagal membujuk warga untuk melepaskan camat. Warga juga meminta agar Pj Bupati Sri Ardiningsih didatangkan untuk membebaskan camat. Sekitar pukul 01.00 WIB, warga baru bersedia melepas camat setelah Panwaslu membuat surat pernyataan akan menuntaskan dugaan tidak netralnya camat.

“Kita akan selesaikan kasus ini di Panwaslu,” kata Ketua Panwaslu Boyolali, Narko Nugroho.

Setelah camat dibebaskan, yang bersangkutan langsung diperiksa ke kantor Panwaslu di Boyolali bersama dua saksi warga yang melakukan pengrebekan. Selain mengusut dugaan pelanggaran netralitas camat, warga juga meminta pihak berwajib untuk mengusut pemalsuan nomer mobil dinas sang camat. Terkait hal ini, Kapolres akan menunggu hasil penyelidikan dari Panwaslu baru sebelum masuk dalam ranah pidana.

“Kita tunggu dulu, kalau kasus pelanggaran netralitas menjadi kewenangan Panwaslu,” tandas Kapolres.

Sementara usai camat dibebaskan, ratusan warga yang berkumpul di depan rumah sang kades tidak langsung membubarkan diri. Mereka masih berjaga menunggu kedatangan sang Kades Bendo, Samsidi, yang telah kabur duluan. Massa juga berencana melakukan sweeping di rumah PNS yang berdomisili di Desa Bendo. Namun aksi ini berhasil dicegah dan massa membubarkan diri.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge