0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Belum Siap MEA

Petani dihimbau waspadai pupuk palsu berbahan batu bata dan garam (timlo.net/nanin)

Solo – Petani Indonesia umumnya belum siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir 2015. Petani-petani tersebut umumnya masih tradisional dan masih menggantungkan pada alam.

“Kalau bersaing dengan petani negara lain tentu belum mampu,” jelas Pakar Pertanian Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo, Ir Suswadi saat diminta komentarnya melalui telepon seluler, di Solo, Selasa (30/11).

Karena masih tradisional dan bergantung alam, maka Pola hujan dan suhu mempengaruhi keberhasilan panen mereka. Sehingga hal itu menjadi salah satu kendala ketika petani tak mampu beradaptasi.

Karena itu, Pakar Pertanian UTP mengaku kawatir dengan diberlakukannya MEA nanti Indonesia justru akan dibanjiri dengan produk-produk pertanian dari luar negeri. Akibatnya produk pertanian dalam negeri tidak mampu bersaing dengan produk pertanian mereka. Ditambah semua produk pertanian semua harus berlabel.

“Ditambah adanya standar organik Asean yang diberlakukan pemerintah justru akan melemahkan produsen pertanian organik Indonesia sendiri,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge