0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Suhu Politik Meningkat, Kapolresta : Jangan Mudah Terprovokasi

dok.timlo.net/achmad khalik
Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Suasana politik di Kota Solo jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tanggal 9 Desember nanti mulai memanas. Tim Sukses (Timses) Anung Indro Susanto – Muhammad Fajri (AFI) mendapat teror dengan pelemparan paving block oleh dua orang tak dikenal. Di lain pihak, Ustadzah Pipik Dian Irawati atau Umi Pipik juga urung hadir dalam pengajian akbar dan doa bersama untuk FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo (Rudy-Pur) lantaran mendapat teror dan intimidasi lewat SMS dan BBM.

“Pilkada yang akan berlangsung kami pastikan kondusif. Jangan mengkait-kaitkan dengan isu Pilkada,” kata Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfi saat dihubungi, Senin (30/11).

Disinggung antisipasi teror, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan akan mengusut kasus tersebut. Terkait pelemparan kaca mobil milik Diki Chandra (46), kepolisian masih memeriksa saksi korban dan juru parkir. Disamping itu, penyidik juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti.

“Hasil penyelidikan masih kami kembangkan untuk mengusut siapa pelaku perusakan,” tegasnya.

Sementara, terkait teror SMS dan BBM yang dilayangkan kepada istri mendiang Ustad Jefri Al Buchori (Uje) tersebut, Kapolresta belum dapat berkomentar banyak.

“Kalau ada laporan masuk, pasti kami proses dan ditindak lanjuti,” ujar Kapolresta.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat supaya tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Mengingat, Kota Solo yang menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal harus mampu memberi contoh positif bagi kedewasaan demokrasi di tanah air.

Editor : Eddie Mutaqin

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge