0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tunggakan PBB di Klaten Capai Rp 6,2 M

Kantor Pelayanan Pajak Daerah Klaten (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Jumlah tagihan Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) yang berhasil dikumpulkan Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Klaten hingga akhir tersebut masih jauh dari target. Tunggakan yang belum terbayar sebesar 26,4 persen.

“Target penarikan PBB tahun ini sebesar Rp 23,4 Miliar, tapi baru tercapai Rp 17,2 Miliar,” kata Kepala Seksi Penagihan dan Pemungutan PBB DPPKAD Klaten, Harjanto, Senin (30/11).

Sampai akhir tahun 2015, pihaknya akan mengejar target tersebut. Pasalnya, masih ada tunggakan Rp 6,2 Miliar atau sekitar 26,4 persen dari Rp 23,4 Miliar.

Ditanya wilayah mana yang tak kunjung melunasi PBB, Harjanto menyebut, sebagian desa di wilayah Kecamatan Juwiring. Diantaranya, Desa Sawahan, Kenaiban, Juwiran, Tlogorandu, dan lainnya yang masih di bawah 30 persen.

“Ini akan jadi bahan evaluasi kami kepada perangkat desa sebagai petugas pemungut PBB. Mungkin saja mereka malas memungut karena menganggap tugasnya remeh temeh, apalagi besaran PBB yang dipungut kecil, paling puluhan ribu sampai ratusan ribu,” bebernya.

Sementara, Kepala DPPKAD Klaten Sunarna menerangkan, pemerintah memberikan reward bagi desa yang tertib membayar PBB sebelum jatuh tempo. Reward berupa uang operasional pembinaan dari pemkab.

”Besarannya berapa untuk setiap desa yang telah lunas PBB itu beda-beda. Tergantung kapan membayar dan besaran PBB yang terbayar,” terangnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge