0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ganti Rugi Jalan Tol Rendah, Warga Minta Revisi Ulang

Sosialisasi ganti rugi tanah proyek jalan tol Solo-Semarang (timlo.net/nanin)

Boyolali — Panitia Pembebasan Tanah Jalan Tol Solo-Semarang, kembali mendapat penolakan dari warga Mudal yang tanahnya terkena proyek. Warga meminta agar P2T merevisi ulang harga ganti rugi tanah, karena dinilai terlalu kecil.

“Nilainya terlalu kecil, padahal disini wilayah perkotaan, untuk membeli lagi dengan luasan sama jelas tidak mungkin,” ucap Saebani, warga Mudal, Minggu (29/11).

Warga sendiri menawarkan ganti rugi tanah permeternya Rp 750 Ribu, sedangkan pihak P2T menafsir ganti rugi tanah hanya Rp 350 Ribu per meter. Ironisnya lagi, harga P2T untuk wilayah Mudal yang merupakan wilayah perkotaan kalah dengan wilayah pedesaan.

“Pemerintah apa mau menjadikan kami tunawisma, harganya sangat rendah jauh dengan harga di pasaran,” tambahnya kesal.

Terkait ini, warga meminta harga ganti rugi direvisi agar wajar dan sesuai dengan harga pasaran. Apalagi proses pendataan ternyata masih banyak yang kurang valid, salah satunya tidak memasukkan bidang usaha dan sebagainya. Selain itu, pihak Apprisal sama sekali tidak mengunakan nilai jual obyek pajak (NJOP) sebagai acuan penentu ganti rugi.

Terpisah, salah satu anggota Tim Appraisal, Miko Prasetya, mengakui selama ini tidak menggunakan NJOP sebagai acuan. Pasalnya, NJOP hanya sebagai referensi dan baru muncul saat sosialisasi. Namun pihaknya akan melakukan kajian ulang. Dijelaskan, munculnya perbedaan harga dikarenakan ada perbedaan tafsir harga dari tim appraisal yang berbeda.

“Ini memang menjadi polemik bagi kami, perbedaan tafsir appraisal lain menjadi selisih harga sangat tinggi,” tambahnya.

Menyikapi hal ini, pihaknya akan melakukan tinjauan ulang saat revisi, terkait komponen-komponen yang belum masuk penilaian. Namun soal revisi harga, hal itu bukan kewenangan tim appraisal.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge