0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DAU Klaten Naik Rp 73 Miliar

Ribuang perangkat desa saat mengikuti kegiatan sosialisasi dana desa (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Ribuan perangkat desa, kepala desa (Kades), dan Badan Perwakilan Desa (BPD) se Klaten, Sabtu (28/11), memenuhi GOR Gelarsena. Mereka mengikuti sosialisasi Dana Desa, alokasi dana desa (ADD), dan penghasilan tetap (Siltap) 2016.

“Harus diketahui oleh komponen pemerintah, khususnya perangkat desa, Kades, dan BPD, dana ini sangat besar maka perlu ada sosialisasi,” kata Ketua DPRD Klaten Agus Riyanto.

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan, APBD 2016 sesuai Undang-Undang (UU) harusnya ditetapkan maksimal 30 November. Lalu APBN baru ditetapkan 30 oktober lalu, dan APBD Provinsi 26 november tapi malah mundur.

“Karena urutan penetapan dari APBN, Provinsi dan Kabupaten, bupati komunikasi dengan saya bagaimana caranya agar bisa ditetapkan. Lalu kami sepakati 16 November lalu dalam APBD Klaten 2016. Keinginan bupati setelah purna harus beres semua, termasuk Dana Desa dan ADD,” ujarnya.

Ditambahkan, ADD akan digunakan untuk siltap perangkat desa, Kades, operasional RT RW, BPD, dan sebagainya, yang berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU). Adapun DAU diterima Klaten untuk APBD 2016 sebesar Rp 1,2 Triliun. Jumlah itu naik sekitar Rp 73 Miliar dibanding tahun lalu.

“Dana Desa bersumber dari APBN sedangkan ADD murni dari APBD. Rumus ADD itu 10 persen dari dana perimbangan (DAU) setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus (DAK). Jadi ketika DAU naik maka juga berdampak dengan besaran ADD,” tambah Agus.

Untuk diketahui, penyaluran bantuan pemerintah ini bakal melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas). Dari 391 desa di Klaten, masing-masing desa akan menerima ADD sekitar Rp 323,3 juta. Sedangkan Dana Desa, tiap desa mendapat sekitar Rp 623,7 juta. Artinya, setiap desa bakal mengelola anggaran hingga Rp 947 juta.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge