0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kelurahan Kadipiro Juara Lomba Proklim se-Jateng

dok.timlo.net/heru murdhani
Foto kenangan, Pj Walikota Solo, Budi Suharto (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo – Kelurahan Kadipiro, Solo berhasil menyabet peringkat I tingkat Jawa Tengah dalam kategori pelaksanaan lomba program kampung iklim (Proklim). Kelurahan Kadipiro yang diwakili oleh RW IX berhasil menjadi juara dalam penataan persedian air tanah pada musim kemarau serta budidaya tanaman buah dan tanaman rimbun sebagai partisipasi pengurangan dampak pemanasan global.

“Dimulai dari hal yang kecil diharapkan dapat diterapkan di seluruh wilayah Solo, kami juga telah menata selokan termasuk dengan kebersihan saluran air, sehingga meminimalisir sampah dan juga air kotor. Sementara itu untuk pohon yang di tanam saat ini tingginya sudah mencapai tiga hingga delapan meter sehingga kondisinya sudah sangat rimbun,” jelas Ketua Pokja RW IX Kelurahan Kadipiro, Anton Martono, Sabtu (28/11).

Kontribusi yang dimulai dari RW IX tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak pemanasan di kota solo, upaya yang dilakukan ini juga diharapkan dapat menambah pasokan air tanah di kota surakarta sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menanggapi hal itu, Penjabat (Pj) Walikota Solo, Budi Suharto mengapresiasi kinerja dari pokja kampung iklim di Kelurahan Kadipiro. Menurutnya usaha-usaha seperti ini dapat terus dikembangkan dan sepertinya harus diterapkan di seluruh wilayah Surakarta karena sangat positif khususnya untuk menjaga lingkungan.

“Proklim diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat akan perubahan iklim dan dampaknya. sehingga terjadi perubahan pola hidup masyarakat yang disesuaikan dengan prioritas, kebutuhan, pemahaman dan kapasitas masyarakat di wilayah setempat,” kata dia.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2012 tentang Program Kampung Iklim (ProKlim) memberikan penghargaan terhadap masyarakat pada lokasi setingkat RW, Dusun, Dukuh atau setingkat Kelurahan dan Desa yang secara berkesinambungan telah melakukan aksi lokal terkait dengan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Keberadaan kelompok masyarakat dan tokoh lokal penggerak upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, serta tersedianya instrumen pendukung merupakan faktor penting dalam penilaian usulan Proklim.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge