0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tanker Pembawa BBM Bersubsidi Ditangkap Bea Cukai

BC tangkap kapal tangker pencuri BBM (merdeka.com)

Timlo.net — Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil menangkap kapal jenis tanker MT-BS9 dengan nomor register 29941294, nomor OMI 909676 berbendera Malabo di Perairan Parang Karimunjawa dengan titik ordinat GPS 050 43′ 14.5″ S.110 014′ 57,4 E.

Penangkapan kapal yang akan menyelundupkan 133 metric ton BBM bersubsidi jenis premium ini dilakukan oleh Kapal Patroli Bea Cukai 9006 bersama antara Kantor Wilayah Bea Cukai Jateng dan DIY, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah dan Pangkalan TNI Angkatan Laut Semarang.

“Modus yang digunakan tersangka adalah dengan berlayar dari Malaysia memasuki daerah pabean tanpa pemberitahuan dan tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah. Kemudian mengambil muatan BBM sebanyak 133 metric ton. Jenis premium di tengah perairan Bangka Belitung pada malam hari. Dilakukan dengan cara ship to ship (antar kapal) yang saat ini masih ditelusuri kapal lainya. Mereka mengelabui petugas dengan cara mematikan lampu saat kapal berjalan. Sebelum berlayar ke Malaysia kapal tanker MT-BS9 menuju ke perairan Karimunjawa untuk bersandar menunggu perintah dari Malaysia,” kata Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi kepada wartawan di Kantor Polairud Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah Jumat (27/11).

Saat penangkapan pada 14 November lalu, ungkap Heru petugas berhasil mengamankan sebanyak 11 Anak Buah Kapal (ABK). Dua di antaranya adalah nahkoda kapal tanker tersebut. Selain itu, petugas juga mengamankan dan menyegel barang bukti kapal tanker di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Proses hukum pidana terkait Undang-undang Kepabean ditindaklanjuti oleh Kantor Wilayah Bea Cukai Jateng dan DIY. Kemudian proses hukum pidana terkait dengan Undang-undang Migas dan Pelayaran diserahkan kepada Polda Jateng.

“Berdasarkan penindakan tersebut, Bea Cukai menerbitkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dan menetapkan dua orang tersangka Fian Alun Nofrianto (26) selakui nahkoda kapal dan Abdul Sadan (39) selaku bunker clark aslis Cincu atau komunikator dengan dugaan pelanggaran pasal 102 huruf (a) dan atau pasal 102A huruf (e) Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 jo Undang-Undang Nomor 17 tentang kepabean,” terangnya.

Heru menyatakan jika muatan berupa 133 metric ton BBM berjenis premium yang diangkut secara ilegal tersebut berpotensi merugikan negara dan memiliki dampak imateriil berupa multiplier effect yang tidak baik bagi perekonomian. Mengingat BBM premium adalah BBM bersubsidi yang menjadi kebutuhan pokok dalam negeri terutama bagi rakyat tidak mampu.

“Penindakan yang telah dilakukan ini sejalan dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar Bea dan Cukai melakukan penegakan hukum dengan mengoptimalkan manajemen resiko terintegrasi bersama lembaga dan isntansi terkait seperti Polri dan TNI-AL,” tandas Heru.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge