0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Giliran Warga Ketoyan Geruduk Kades

Ilustrasi Pilkada ()

Boyolali — Setelah warga Desa Bangkok, Karanggede, mendemo sang kades, Jumat (27/11), giliran kades Ketoyan, Wonosegoro, yang didemo warganya. Aksi warga ini dilakukan karena sang kades dicurigai tidak netral. Kades Ketoyan, A Rahman, diduga juga mempolitisasi dana-dana pembangunan yang akan masuk ke desa.

“Katanya, kalau tidak mau mensukseskan pasangan nomor 1 (Seno-Said), bantuan pemerintah tidak akan turun ke Ketoyan,” kata salah seorang warga Dukuh Gagatan RT 4/RW 3, Desa Ketoyan, Abadi, 57, saat ditemui di Balai Desa Ketoyan, Jumat (27/11).

Dijelaskan, Kades dalam sebuah acara pengajian RT yang digelar di rumah warga, meminta warga untuk menyukseskan Pilkada Boyolali dengan memilih salah satu pasangan calon. Pernyataan kades dalam pengajian menjadi bahasan warga. Hingga akhirnya, Abadi, menggerakkan warga untuk mengklarifikasi dengan mendatangi kantor balai desa. Sayangnya, kades tak mau menemui warga. Bahkan ditunggu hingga sore dan meminta aparat desa menjemput ke rumahnya namun kades tetap tidak mau menemui warganya.

“Kami hanya ingin mengklarifikasi secara baik-baik, Kami tidak ingin kades mengumbar suara dan harus berhati-hati menghadapi pilkada ini. Besok kita akan datang lagi,” tambah Abadi.

Dugaan ketidak netralan Kades Ketoyan ini, langsung ditindak lanjuti Panwaslu dan Panwascam Wonosegoro. Panwaslu juga mendapat laporan stiker salah satu paslon di rumah sang kades.

“Akan segera kita tindak lanjuti, jangan sampai kasus ini menganggu pelaksanaan Pilkada,” tandas Ketua Panwaslu Boyolali, Narko Nugroho.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge