0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gara-Gara Bernama Isis, Anak Ini Tidak Boleh Cetak Nama Di Kemasan Nutella

Dok: Timlo.net/ Daily Mail.
Nutella. (Dok: Timlo.net/ Daily Mail.)

Timlo.net—Seorang ibu marah setelah permintaan puterinya yang berusia 5 tahun untuk mencetak namanya di botol produk pasta coklat manis, Nutella dalam sebuah stan promosi ditolak. Kebetulan nama anak itu adalah Isis.

Sang ibu, Heather Taylor dari Sydney selatan, Australia, membawa anaknya, Isis dan Odhinn berbelanja. Saat puterinya ingin mencetak namanya di botol pasta Nutella, keinginannya ditolak. Karena nama puterinya itu bermasalah, mereka bahkan diminta untuk menunjukkan identitas asli.

“Kami baru saja ditolak untuk mencetak nama puteri saya yang cantik yang berusia 5 tahun di botol Nutella di Myers Shellharbour karena dia bernama Isis. Publisitas negatif untuk nama yang indah perlu dihentikan sekarang. Puteri saya yang berusia 5 tahun sudah didiskriminasikan padahal itu bukan kesalahannya,” tulis Taylor di Facebook.

Nama Isis dianggap bermasalah karena mengacu pada kelompok teroris ISIS, yang dikenal karena kebrutalannya saat membunuh, menyiksa dan memenggal kepala para korbannya. Putera Taylor, Odhin sendiri boleh mencetak namanya di botol kemasan Nutella. Sebenarnya Taylor menamai puterinya, Isis berdasarkan nama salah satu dewi kuno Mesir, tulis The Sydney Morning Herald.

Taylor sendiri dikontak oleh chief executive Ferrero Australia, Craig Barker untuk memperoleh penjelasan dari keputusan Nuttela: “Seperti semua jenis kampanye, perlu adanya sebuah konsitensi dalam hal syarat dan kondisi diterapkan. Sayangnya hal ini berarti ada masa di mana sebuah label ditolak dengan dasar label itu bisa disalahartikan oleh komunitas yang lebih luas atau dilihat sebagai tidak pantas,” katanya.

“Saya menekankan jika masalahnya adalah penafsiran mereka terhadap namanya, juga jika kelompok teroris itu seharusnya tidak dinamai Isis dan bagaimana mereka menimbulkan penafsiran yang buruk untuk sebuah nama yang indah yang dimiliki oleh banyak gadis muda dan remaja cantik yang mungkin dibully,” tulis Taylor.

“Untungnya puteri saya berusia lima dan belum memahami hal ini, tapi dia segera akan, karena dia sudah sering membaca namanya di koran dan majalah,” tulisnya.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge