0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Solo

Panwaslu: Karnaval Budaya Sebaiknya di Awal

Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo (dok.timlo.net/daryono)

Solo —┬áPanitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Solo meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo mempertimbangkan kembali rencana menggelar karnaval budaya, 5 Desember mendatang. Hal itu menyusul desakan Musayawarah Pimpinan Daerah (Muspida) yang meminta karnaval budaya tidak digelar dengan alasan keamanan.

“Menurut kami, kampanye bersama itu sebaiknya di awal-awal ketika suasana dan tensi politik masih baru. Kalau sekarang tensinya kan meningkat. Wajar kalau ada penolakan. KPU mesti mempertimbangkan masukan yang ada. Apalagi ada info pihak keamanan tidak menjamin,” kata anggota Panwaslu Solo, Asmuni kepada wartawan, Jum’at (27/11).

Menurutnya, menjelang hari pemungutan suara yang semakin dekat, kondisi di lapangan memang rawan gesekan. Meski tujuannya untuk kampanye damai, keberadaan massa dua pendukung pasangan calon secara bersama-sama sulit untuk dibendung.

“Tokoh-tokohnya bisa, tapi massanya yang sulit. Tujuannya baik tetapi waktunya tidak tepat,” ujarnya.

Asmuni mengaku, hingga saat ini KPU belum melakukan koordinasi dengan Panwaslu terkait rencana karnaval budaya. Panwaslu memastikan tidak akan memberikan rekomendasi jika pihak keamanan tidak merekomendasikan digelarnya karnaval budaya.

Sementara, Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo mengatakan KPU belum memutuskan apakah akan tetap menggelar karnaval budaya atau membatalkannya. KPU berharap pihak kepolisian memberikan data riil tentang kondisi di lapangan.

“Kalau kondusif kenapa tidak boleh diadakan,” ujar dia, Jumat (27/11).

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge