0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DBD di Solo Meningkat Tajam, Jumantik Dimaksimalkan

Kepala DKK Solo, dr Siti Wahyuningsih (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Solo meningkat tajam pada tahun ini. Selain itu, jumlah pasien yang meninggal akibat DBD juga meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Hingga akhir Oktober telah terdapat sebanyak 462 kasus DBD, padahal sepanjang 2014 kami hanya menemukan 256 kasus. Selain itu kalau tahun lalu hanya ada empat penderita, sampai minggu ke-44 ini sudah 9 pasien meninggal dunia,” ungkap Kasi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota (DKK) setempat, Arif Dwi, Jumat (27/11).

Dijelaskan, persebaran lokasi nyamuk Aedes Aegepty pembawa virus dengue tersebar di lima kecamatan yang ada di Kota Bengawan. Namun, berdasarkan data dari DKK jumlah pengidap DBD paling banyak ditemukan di Kelurahan Kadipiro, Pucang Sawit, Jebres, dan Mojosongo. Jumlah kelurahan yang dinyatakan endemik DBD berjumlah 24. Sedangkan kawasan bebas DBD dinyatakan menurun, dari 16 kelurahan menjadi 8 kelurahan.

Pihaknya menduga siklus rutin lima tahunan, mempengaruhi peningkatan jumlah penderita DBD ini. Selain itu pergantian dari musim kemarau ke musim hujan dan pola kebersihan yang diterapkan masyarakat menambah parah kondisi tersebut.

DKK merencanakan segera menerjunkan tim untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat sebagai tindakan pencegahan merebaknya DBD. Penyuluhan ini akan melibatkan perangkat kelurahan hingga ke tingkat RW. Penyuluhan akan difokuskan pada pencegahan DBD dan pemberantasan sarang nyamuk.

“Kita fokuskan pada pemberantasan sarang nyamuk, untuk prosedur fogging (pengasapan) kita rasa kurang efektif untuk memberantas nyamuk. Selain itu prosedur fogging juga hanya dilakukan jika kondisi sudah mendesak,” katanya.

Sementara Kepala DKK Solo Siti Wahyuningsih mengatakan, akan memaksimalkan peran juru pemantau jentik (Jumantik) yang ada di tingkat RT. Menurutnya, pemaksimalan ini akan mampu menekan pertumbuhan nyamuk yang menyebarkan DBD.

“Kita maksimalkan peran Jumantik untuk memantau pertumbuhan sarang nyamuk, dan pemberantasannya,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge