0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pencabulan Siswi SD, Pelaku Diduga Terpengaruh Lingkungan

Karanganyar – Dugaan kasus pencabulan yang melibatkan siswa SD di Jatiyoso semuanya menjadi korban. Kemungkinan besar pelaku hanya terpengaruh oleh lingkungan yang ada, sehingga mereka terpengaruh untuk melakukan tindakan asusila.

“Lingkungan sosial maupun pengaruh dari kemajuan teknologi terutama internet yang sudah merambah ke desa-desa sangat besar,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) BP3AKB Karanganyar, M Ika Kramajaya, Kamis (26/11).

M. Ika Kramajaya mengaku bakal melakukan pendampingan terhadap korban perempuan dan juga laki-laki. Dengan pendampingan itu nantinya kehidupan mereka akan kembali normal pasca kejadian ini berlangsung.

“Dampak psikologisnya sangat besar, kita akan lakukan pendampingan untuk menetralisir dampak psikologisnya,” kata M. Ika Kramajaya.

Sementara itu, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karanganyar, Aipda Siti Musarifah, mengaku pemeriksaan masih berlangsung. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil visum dari rumah sakit umum daerah (RSUD) Karanganyar untuk mengetahui apa yang terjadi serta penyebab pendarahan pada bagian kemaluan Korban.

“Kita tunggu hasil visum dulu agar bisa dijadikan patokan penyebab pendarahan,” kata Aipda Siti Musarifah.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pencabulan menimpa Rn salah satu siswi kelas Ii sekolah dasar di Kecamatan Jatiyoso, pada Jumat (20/11) lalu. Saat jam istirahat korban dikejar oleh empat orang kakak kelasnya hingga masuk kelas.

Sesampainya di kelas, tiga kakak kelasnya memegangi tubuh korban dan satu diantaranya melakukan pencabulan. Akibatnya korban mengalami pendarahan dan harus dilarikan ke rumah sakit. Tidak hanya itu korban juga mengalami trauma psikis berat.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge