0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hujan, Petani Jagung Gagal Panen

Harga jagung makin mahal (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali —  Awal musim penghujan, petani jagung di Banyudono, Boyolali mengalami gagal panen. Hasil panen yang mereka harapkan tidak maksimal, menyusul banyaknya air yang mengenangi lahan. Kondisi ini mengakibatkan jagung tidak berkembang dengan baik.

“Buahnya menjadi kecil-kecil, tidak bisa besar, ya ini karena kebanyakan air,” ungkap petani Banyudono, Tomo Dimejo (65) ditemui di ladangnya, Kamis (26/11).

Dalam satu patok lahan, hasil yang diperoleh biasanya bisa laku Rp 4 juta, namun kini hanya laku dijual Rp 2 juta. Meski begitu, Tomo mengaku, panen kali ini dirinya bisa tertolong dengan harga jual jagung yang mengalami peningkatan. Harga sebelum panen perkilogram untuk jagung kering senilai Rp 3000 perkilogram, sedangkan saat ini naik hingga Rp 4000 perkilogram.

“Harga dijual kering terus meningkat, ini yang menolong kami,” tambahnya.

Musim panen jagung sendiri akan berakhir bulan Desember. Sementara sejumlah petani jagung memilih panen lebih dini sebelum curah hujan semakin tinggi. Hal ini untuk menghindari kerugian lebih besar akibat tingginya curah hujan yang akan menganggu pertumbuhan buah jagung.

“Panen lebih awal, sebelum curah hujan tinggi,” tandas Paiman, petani lainnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge