0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

‘Sampurasun’ Jadi ‘Campur Racun’ Ini Kata Bupati Purwakarta

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi (merdeka.com)

Timlo.net – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab menuding Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi sebagai sosok yang menganut perilaku syirik. Dedi juga dituduh memplesetkan Salam Sunda, ‘Sampurasun’ menjadi ‘Campur Racun’. Serta perilaku Dedi yang mengaku telah melamar Nyi Roro Kidul dan mengawininya.

Menanggapi pernyataan mantan Ketua FPI itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi meminta agar Habib Riziek tidak menilai seseorang secara kasat mata. Karena menurut Dedi, keimanan manusia bukan dinilai oleh manusia tetapi hanya Tuhan yang mengetahuinya.

“Keimanan seseorang itu tidak bisa dilihat dari kasat mata, karena keimanan itu adanya didalam hati, maka hanya Allah yang maha mengetahuinya,” kata Dedi di Purwakarta, Kamis (26/11).

Selain itu, Dedi juga meminta pembuktian atas tuduhan yang dialamatkan Habib Rizieq kepadanya yang telah melamar dan menikahi Ratu Pantai Selatan Nyai Roro Kidul. Bahkan Dedi meminta pembuktian agar Riziek menunjukan Kantor Urusan Agama (KUA) yang dijadikan tempatnya menikah, sehingga pernyataan tersebut tidak sekedar fitnah.

“Barangkali Habib bisa membuktikan saya menikah dengan Nyi Roro Kidul, kalau tahu tunjukan di Kantor Urusan Agama Mana?,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, seharusnya sebelum berbicara dan membuat pernyataan, Habib Rizieq alangkah baiknya terlebih dahulu memahami kosmologi kebudayaan, serta mengartikan makna dari Nyi Roro Kidul dari sisi falsafah.

“Harusnya Habib Rizieq dapat memahami dulu kosmologi kebudayaan, tentang makna Nyi Roro Kidul dari falsafah,” ungkapnya.

Tidak sampai di situ, Bupati yang juga Budayawan sekaligus Tokoh Sunda itu, mengingatkan Habib Rizieq bahwa pada saat ini, jika sang pentolan Ormas Islam tersebut hidup dan tinggal di Indonesia, negara dengan memiliki kekayaan kosmologi budaya, yang menjadi kekayaan bangsa.
Untuk itu secara pemikiran dan sudut pandang tidak menggunakan kacamata dari satu dimensi, dan pemikiran pribadi.

“Harus diingat, dan jangan lupa. Bahwa pada saat ini Habib Rizieq tinggal di negara yang memiliki kosmologi budaya, sehingga jangan memandang Indonesia dari satu dimensi,” jelas Dedi.

Sementara gaduh antara Habib Rizieq dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, berawal dari pernyataan Habib Rizieq yang memplesetkan salam Orang Sunda, Sampurasun menjadi Campur Racun. Pernyataan itu terjadi dalam ceramah keagamaan di Purwakarta pada tanggal 13 November, dan diunggah melalui media sosial Youtube, pada 14 November lalu. Hingga membuat masyarakat Sunda geram, hingga melaporkannya ke Kepolisian Polda Jabar.

Selain itu, Rizieq juga menyebutkan dalam artikel berjudul ‘Sampurasun’ yang ia muat pada situs pribadinya, yang ia maksud ‘campur racun’ adalah perilaku Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Karena Rizieq menganggap Dedi menganut perilaku syirik yang dilarang dalam Islam. Perilaku itu tergambar lewat berbagai tindakan yang ia anggap sudah jauh dari nilai-nilai Islam.

“Dedi tidak bangga dengan Islam-nya, tapi ia bangga dengan patung, sesajen, dan tahayulnya,” tutur Rizieq.

Menurut Rizieq, Dedi bukan sedang memasyarakatkan sampurasun, tapi sedang merusak umat Islam Purwakarta dengan campur racun.

Rizieq juga membeberkan perilaku Bupati Purwakarta satu per satu lewat artikelnya itu. Yakni perilaku Dedi yang mengaku telah melamar Nyi Roro Kidul dan mengawininya. Kemudian Dedi pun ia tengarai membuat kereta kencana yang konon untuk dikendarai tokoh mistis itu.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge