0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KPU Solo Tetap Gelar Karnaval Budaya?

dok.timlo.net/red
Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo (dok.timlo.net/red)

Solo —┬áKomisi Pemilihan Umum (KPU) Solo masih mempertimbangkan apakah akan tetap menggelar karnaval budaya (sebelumnya disebut kampanye bersama —Red) pada 5 Desember mendatang. Hal itu menyusul desakan Muspida agar karnaval budaya tidak digelar dengan alasan keamanan.

“Tetap digelar atau tidak akan kita plenokan terlebih dulu. Mungkin satu dua hari ini kami plenokan,” kata Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo kepada wartawan, Kamis (26/11).

Langkah itu diambil KPU menyusul desakan Muspida saat rapat bersama Selasa (17/11) pekan lalu yang meminta agar KPU tidak menggelar karnaval budaya. Alasannya untuk menjaga kondusifitas situasi di Solo yang selama ini sudah aman.

Padahal, kata Agus, KPU merancang karnaval budaya sebagai bentuk sosialisasi agar masyarakat menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember mendatang. Karnaval budaya itu juga untuk menyampaikan kebersamaan dan komitmen penyelenggaran Pilkada yang damai kepada masyarakat.

“Sebenarnya kami butuh data riil (dari aparat keamanan) terkait kondisi riil di lapangan. Sehingga jadi bahan bagi kami untuk mengambil keputusan. Jadi nggak hanya rumor. Karnaval budaya ini kan aspeknya sosialisasi yang kita kemas secara lebih bermartabat,” jelas dia.

Disinggung sikap pasangan nomor urut 2 yang tidak akan mengikuti karnaval budaya, Agus enggan berkomentar. Menurut dia, hal itu merupakan sikap internal tim pemenangan nomor urut 2.

“Menurut saya, itu internal mereka. Itu statemen Paslon. Kami tidak akan menilai terlalu jauh,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua tim pemenangan pasangan nomor urut 2, FX Hadi Rudyatmo – Achmad Purnomo, Putut Gunawan menyatakan tidak akan mengikuti karnaval budaya yang digelar KPU. Alasannya, PDIP tidak bisa menjamin pengendalian massa dalam karnaval budaya tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge