0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Ada Kompetisi Baru, Persis Store Lesu

dok.timlo.net/aryo yusri atmaja
Persis Store sepi pengunjung (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo —  Tak jelasnya nasib persepakbolaan Indonesia, berdampak pada bidang usaha yang dijalankan klub-klub di Tanah Air. Bila pemain harus bermain di kelas antar kampung (Tarkam —Red), sektor bisnis yang digerakkan klub pun juga mengalami kelesuan.

Seperti Persis Solo yang memiliki bisnis usaha “Persis Store” ikut lesu penjualan produknya seperti jersey dan pernak-pernik lainnya. Sebuah toko yang baru saja diresmikan ini terlihat sepi saban harinya.

“Sepi mas, sehari bisa terjual satu atau dua baju saja, itu pun kadang kala. Mungkin karena kompetisi berhenti, membuat masyarakat berpikir panjang kalau mau beli,” ungkap karyawan di Persis Store, Hendra Setiawan, Kamis (26/11).

Sebelumnya, pihak manajemen Persis mengklaim telah menjual sedikitnya 2.000 jersey original Persis Solo. Namun nyatanya, kompetisi yang tidak jelas imbas dari perseteruan Menpora dan PSSI, membuat daya tarik untuk membeli seragam Persis berkurang.

Bahkan upaya untuk mengobral dengan menurunkan harga telah dilakukan manajemen Persis. Namun lagi-lagi belum mampu memikat para pecinta sepak bola Solo. Direktur Bisnis PT Persis Solo Saestu, Her Suprabu mengaku pihaknya tak bisa berbuat banyak mengingat kick off kompetisi juga belum ada titik terang.

“Kami semua sangat berharap segera ada kejelasan sepak bola di Tanah Air. Karena banyak program dan strategi kami yang tidak bisa dijalankan,” bebernya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge