0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gugatan Praperadilan Jukir Prambanan Ditolak

dok.timlo.net/aditya wijaya
Hakim Praperadilan, Wahyu Setyo Adi (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Gugatan praperadilan yang diajukan dua juru parkir (Jukir) toko emas, korban penganiayaan anggota Polda DIY terhadap Polres Klaten ditolak Pengadilan Negeri (PN) Klaten, Kamis  (26/11).

“Permohonan pembatalan status tersangka oleh pemohon saudara Liano Sulistyo (18) dan Catur Yudha (38) ditolak,” kata Hakim tunggal Wahyu Setyo Adi saat ditemui wartawan selepas sidang.

Kendati pemohon sudah datang di pelataran PN Klaten sejak pukul 09.00 WIB, sidang praperadilan hari ketujuh itu dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Dijelaskan Hakim, dasar penolakan lantaran termohon dari Polres Klaten sudah bisa memenuhi ketentuan berupa dua alat bukti.

“Sebelum penetapan tersangka, termohon sudah lebih dahulu melakukan penyelidikan mengumpulkan bukti keterangan para saksi dan surat visum dari RS Bhayangkara Yogya. Jadi dasarnya penetapan tersangka setelah ada bukti keterangan saksi dan bukti surat,” jelas Wahyu.

Menurut dia, penyidikan polisi sifatnya tertutup. Dua Jukir toko emas Semar Jawa yang terletak di Dukuh Koplak, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan itu melapor terlebih dahulu menjadi korban penganiayaan. Namun di sisi lain, polisi bernama Tony Pamungkas dan Arif juga melaporkan diri jadi korban.

“Jadi mungkin Liano dan Catur Yudha kaget ketika mereka sudah melapor tapi tiba-tiba menjadi tersangka. Mereka tidak mengetahui Toni Pamungkas dan Arif juga melaporkan mereka,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge