0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penganiayaan di Bayat Diduga Bermotif Hutang Piutang

Kapolres Klaten AKBP Langgeng Purnomo saat mendengarkan keterangan Citro Sumarto berbaju loreng biru (foto: Aditya)

Klaten – Dua orang pria tak dikenal yang menganiaya tiga warga Dusun Pundung, Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Rabu (25/11), diduga karena urusan hutang piutang. Hal itu diungkapkan salah seorang tetangga bapak-anak, Citro Sumarto (91) dan Sunarti (55).

“Saya sempat berpapasan dengan dua laki-laki itu di luar pagar rumah mbah Citro. Saat saya tanya ada apa, katanya menagih hutang,” kata Marsono yang rumahnya berdekatan dengan kediaman korban.

Berawal dari suara teriakan dan tangisan perempuan, Marsono mendatangi rumah Citro. Dari teras halaman rumah korban, dia melihat dua pelaku penganiayaan tersebut mengendarai motor Vixion dan menggunakan helm, serta tas yang melingkar di pinggang.

“Motornya naik sampai ke teras rumah, dekat pintu. Begitu dua pria itu pergi, saya masuk ke dalam rumah mendapati Mbah Citro dan anaknya (Sunarti), dan Sudarsono sudah tersungkur berdarah-darah di lantai. Kemudian warga berdatangan dan menghubungi kepala desa,” imbuh Marsono.

Hal serupa juga dikatakan warga lainnya, Waluyo (52). Dia ikut menolong korban dengan melepaskan lakban yang membekap mulut Citro. Setelah itu dirinya membersihkan darah yang mengucur dari kepala Sunarti.

“Sepertinya dipukul di kepala lalu berdarah. Kalau Sudarsono dipukuli pakai linggis. Waktu kejadian tidak ada tetangga yang lihat,” katanya.

Ditambahkan, Citro yang mantan Bayan atau Kepala Dusun tinggal serumah bersama istrinya, Wiji, dan anak pertamanya Sunarti. Sedangkan anak keduanya Surani tinggal di desa Wiro Kecamatan Bayat. Sehari-harinya Sunarti menjadi peternak bebek.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge