0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Yuni-Dedy Pertanyakan Pengangkatan Sekda Sragen

foto: Agung
Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Sragen dalam debat terbuka babak final di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen, Rabu (25/11). (foto: Agung)

Sragen – Debat terbuka Calon Bupati dan Wakil Bupati Sragen 2015 babak final yang digelar di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen, Rabu (25/11), masih diwarnai saling sindir antara pasangan calon (paslon). Kendati awalnya berjalan biasa, namun pada saat memasuki segmen ketiga dan keempat, para calon sudah mulai melontarkan kritikan dan saling sindir.

Calon dari nomor urut 3, Yuni -Dedy pada segmen ketiga menanyakan ke pasangan nomor urut 2, Agus fatchur Rahman-Djoko Suprapto (Aman To) soal pengangkatan Sekretris Daerah (Sekda) Sragen yang diambil dari pejabat di luar Pemkab Sragen. Walau ditanyakan ke salah satu paslon, tapi pertanyaan ini dijawab oleh dua paslon lain secara beragam.

“Mengenai pengangkatan pejabat kami pasangan Jago akan melakukan lelang jabatan secara terbuka dan transparansi agar masyarakat juga tahu siapa yang berkualitas,” kata Jaka Sumanta.

Hampir senada, pasangan nomor urut 1, Suko menyatakan, pengangkatan pejabat harus dilakukan secara professional dan orang yang terpilih harus benar-benar berkualitas.

Sementara itu paslon Aman To menjawab, dalam pengangkatan jabatan Sekda tidak perlu mempermasahkan dari mana asal daerahnya. Yang terpenting seleksi tersebut telah melalui prosedur yang benar seperti adanya fit and proper test dan diseleksi secara ketat.

“Pemilihan pejabat tidak perlu memandang ras dan suku atau asal daerah mana. Karena ASN (Aparatur Sipil Negara) kita juga membuka bagi sipa saja bagi PNS utuk menduduki jabatan tertentu,” kata Agus Fatchur Rahman.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge