0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kejari Karanganyar Resmi Eksekusi Suyatmi

foto: Nanang
Gunawan Wisnu, Kasi Pidsus Kejari Karanganyar (foto: Nanang)

Karanganyar – Mantan pimpinan Badan Kredit Kecamatan (BKK) Karanganyar Cabang Kebakkramat, Suyatmi (50), dihukum 1 tahun 4 bulan penjara. Dia terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan aset tanah perusahaan yang dia pimpin.

“Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar melakukan eksekusi terhadap Suyatmi, Rabu (25/11). Suyatmi ditahan di rumah tahanan (Rutan) kelas I A Solo,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar, Teguh Subroto melalui Kasi Pidana Khusus, Gunawan Wisnu, Rabu (25/11).

Gunawan menjelaskan, terpidana Suyatmi terbukti melakukan korupsi dalam jabatan sesuai dengan Pasal 3 UU Tipikor nomor 31 tahun 1999.
Sebagai pimpinan BKK Karanganyar Cabang Kebakkramat tahun 2010, terpidana melakukan penggelapan atau mark up uang yang digunakan untuk pembelian tanah aset.

Tanah seluas sekitar 1.500 meter persegi di Desa Miri Kebakkramat dibeli seharga Rp 350 juta.

“Dalam laporan keuangan terpidana mengajukan anggaran sebesar Rp 550 juta. Suyatmi lantas mengantongi selisih uang Rp 200 juta itu untuk kepentingan pribadi,” jelas Gunawan.

Namun, lanjut Gunawan, ulah Suyatmi diketahui masyarakat setempat yang kemudian melaporkan kejadian itu ke Kejari Karanganyar. Praktek mark up ini dilakukan tahun 2010.

Terpidana membeli tanah dengan status tanah kering, padahal kondisi yang ada tanah itu basah. Jadi ada selisih uang yang digunakan oleh Suyatmi.

“Proses sidang Suyatmi berlangsung di Pengadilan Tipikor Semarang selama empat bulan lebih,” kata Gunawan.

Ketua Majelis Hakim Anastasia Tyas menjatuhkan vonis 1 tahun 4 bulan penjara, minggu lalu. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan 1 tahun 6 bulan penjara. Usai putusan berkekuatan hukum tetapn, Kejari Karanganyar langsung melakukan eksekusi putusan.

“Terdakwa menerima putusan itu. Terpidana juga diminta mengganti kerugian negara sebesar Rp 123 juta. Namun terpidana baru sanggup membayar Rp 83 juta, sisanya dibayar kemudian hari,” jelas Gunawan.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge