0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ratusan Pemanah Meriahkan Sismadi Cup 14

foto: Aditya
Lomba Panahan Tradisional Gaya Mataraman Sismadi Cup ke 14 di Lapangan Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Klaten (foto: Aditya)

Klaten – Ratusan peserta memeriahkan Lomba Panahan Tradisional Gaya Mataraman Sismadi Cup ke-14 di Lapangan Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Klaten, Rabu (25/11). Lomba untuk menyambut puncak tradisi sebar apem atau Yaa Qawiyyu, Jumat (27/11).

“Sebanyak 136 pemanah ambil bagian pada lomba yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan tradisi Yaa Qowiyyu peninggalan Ki Ageng Gribik ini,” kata pelatih panahan sekaligus warga setempat, Munawar.

Berbeda dengan panahan modern. Para pemanah Tradisional Gaya Mataraman membawa busur kayu untuk membidik sasaran dengan posisi duduk bersila serta berbusana kejawen.

Bagi pemanah perempuan mengenakan kebaya, sedangkan laki-laki mengenakan beskap. Peserta memperebutkan hadiah berupaka uang tunai jutaan rupiah, sebuah sepeda motor, dan kulkas sebagai door prize.

“Peserta tidak hanya dari Jatinom dan Klaten, namun juga dari Solo Raya, Yogyakarta, Magelang, Banten bahkan ada yang datang dari Kalimantan Timur. Peserta harus membidik bandulan sebesar tongkol jagung dengan posisi duduk bersila,” imbuh Munawar.

Sementara salah satu panitia, Natsir Widyas menyampaikan, lomba digelar setiap Bulan Sapar penganggalan Jawa. Sedangkan nama Sismadi, diambil dari seorang dokter warga setempat yang peduli panahan. Setelah meninggal, pendanaan diteruskan oleh anak-anaknya, sehingga lomba tahunan itu diberi nama Sismadi Cup untuk menghormati dokter tersebut.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge