0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Weleh! Yellow Box Junction di Jalan Dikira Cuma Hiasan

Yellow Box Junction di jalan raya (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Keberadaan Yellow Box Junction atau kotak kuning yang berada di tiap persimpangan di jalur nasional, Jalan raya Solo-Semarang, di wilayah Kabupaten Boyolali fungsinya belum banyak diketahui masyarakat. Karena selama ini kurang sosialisasi. Padahal, bila pengguna jalan melanggar bisa dikenai denda Rp 500.000 atau kurangan dua bulan penjara.

“Yellow Box Junction merupakan program nasional, selama ini memang kurang sosialisasi, “ kata Kasat Lantas AKP Yuna Ahadiyah, Rabu (25/11).

Dijelaskan, garis kuning tersebut tidak boleh dilanggar dalam kondisi apapun. Salah satu fungsinya adalah untuk mengurai kemacetan di persimpangan. Selama ini, banyak pengguna jalan menerobos laju yang belum berurai saat melintasi lampu merah. Dengan adanya kotak kuning tersebut, kendaraan sama sekali tidak boleh melintasi kotak kuning saat berhenti di lampu merah.

“Perilaku ini yang sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” tambahnya.

Larangan ini disebutkan dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b tentang rambu-rambu lalu lintas dan berhenti di belakang garis stop tertera, pidana pelanggaran ini ialah kurungan dua bulan penjara atau denda Rp 500.000.

“Berhenti saja tidak boleh, jangankan parkir, marka kuning lebih tinggi dari warna putih, artinya sama sekali tak boleh dilanggar dalam kondisi apapun,” tegasnya.

Kasat Lantas juga mengakui, keberadaan dan fungsi kotak kuning tersebut belum diketahui oleh masyarakat.  Kondisi ini berbeda dengan pengendara di kota-kota besar yang sudah mengenal marka kotak kuning. Diakui, selama ini Dinas Perhubungan masih kurang melakukan sosialisasi.

Salah satu pengguna jalan, Sumarsih (45) warga Banyudono, mengaku tidak begitu menghiraukan keberadaan kotak kuning karena tidak mengetahui artinya. Padahal, perjalanan ke tempat kerjanya melewati empat kotak kuning.

“Saya kita cuma hiasan saja, selama ini tidak mengetahui artinya,” ungkap Sumarsih.

Untuk wilayah Boyolali, setidaknya ada enam kotak kuning, di Pertigaan Bangak, Ngangkruk,Randusari, Kemiri dan perempatan Seiko Kota dan terminal Sunggingan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge