0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Indonesia Tempati Peringkat Ketiga Negara Pengekspor Bambu

Bibit tanaman bambu (dok.timlo.net/gg)

Timlo.net – Indonesia menempati peringkat ketiga negara pengekspor produk bambu dunia. Sebagai negara pengekspor produk bambu dengan pangsa pasar 7 persen dan nilai ekspor terbesar USD 490 atau sekitar Rp 6 Triliun.

Menurut Direktur Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat, Masyhud, peringkat pertama masih ditempati oleh China yang menguasai 40 persen pangsa pasar dunia dengan nilai USD 2,667 M atau Rp 32 Triliun. Sementara di peringkat kedua adalah Uni Eropa (UE) dengan pangsa 8 persen dan nilai ekspor USD 594,000.

Dia menjelaskan untuk ekspor produk bambu dari Indonesia ini merupakan produk setengah jadi dan produk jadi. Dia mencontohkan untuk produk-produk jadi yang diekspor seperti aneka kerajinan, furniture, dan beragam jenis alat musik

“Sementara ini angka ekspor kita sekitar Rp 6 triliun. Sebagian besar produk dipasarkan ke negara-negara Eropa, Amerika dan Amerika Latin ,” ujar Masyhud, Selasa (24/11)

Masyhud mengatakan potensi tanaman bambu di Indonesia sangat melimpah. Hampir sebagian besar daerah di Indonesia memiliki hutan-hutan bambu.

“Jawa, Bali, Sulawesi Selatan itu produksi bambunya sangat besar. Luasannya ada sekitar 5 juta hektar,” kata dia.

Untuk memaksimalkan potensi bambu di Indonesia. Pihaknya memiliki sejumlah program untuk memaksimalkan potensi bambu yang ada. Seperti kegiatan penanaman dan pendampingan untuk meningkatkan dari sisi kualitas sehingga bernilai tambah.

“Seperti di Bali dan Fores ada kita ada kegiatan pengembangan bambu. Tak hanya itu kita punya litbang yang akan memberikan pendampingan untuk meningkatkan kualitas dari sisi teknologinya,” ujarnya.

Jawa Barat sendiri merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi bambu yang luar biasa. Tak hanya soal penanamannya saja tetapi pengembangannya pun sudah sangat maju jika dibandingkan dengan daerah lain.

“Jadi Jawa Barat ini sebetulnya luar biasa. Tak hanya dalam bentuk tanamannya saja tetapi juga pengembangan sudah sangat maju. Hal ini bisa dilihat dari produk-produk yang dihasilkan beraneka ragam,” kata Masyhud.

[frh]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge