0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

RSUD Dr Moewardi Tagih Kekurangan Biaya Perawatan Novi

rsud-dr-moewardi
RSUD Dr Moewardi, Jebres, Solo ()

Solo — Ibarat jatuh tertimpa tangga, itulah pepatah yang tepat bagi salah seorang korban kebakaran Gunung Lawu, Novi Dwi Istiwanti (17) warga Jalan Rajawali Desa Beran, Ngawi, Jawa Timur yang meninggal dunia pada Kamis (19/11) lalu. Bagaimana tidak, meski nyawanya tidak tertolong pihak RSUD Dr Moewardi, Jebres, Solo terus menagih kekurangan uang perawatan korban selama dirawat kurang lebih sebulan dengan biaya hampir Rp 57 juta.

“Total perawatan mencapai Rp 131 juta. Setelah dikurangi dari BPJS dan uang pangkal perawatan kini mencapai Rp 56. 938.071,” terang Kabid Pengelolaan Pendapatan RSUD Dr Moewardi, Bambang Sugeng saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Selasa (24/11) siang.

Rencananya, kata Bambang, pihaknya akan segera memberikan Surat Perjanjian Kesanggupan (SPK) pembayaran rumah sakit kepada pihak keluarga. Dalam surat tersebut tertuang sejumlah kesepakatan diantaranya kesanggupan pelunasan pembayaran pasien. Di sana, lanjut Bambang, keluarga dapat melunasi pembayaran uang perawatan dalam kurun waktu 1-3 bulan ke depan.

“Biasanya nunggu masa berkabung sekitar tujuh hari. Nanti dari pihak RSUD Dr Moewardi akan mengirimkan pesan kepada keluarga untuk membayar pelunasan biaya pengobatan. Rentang waktunya sekitar 1-3 bulan kedepan,tergantung kesanggupan pihak keluarga,” kata Bambang.

Disinggung besarnya biaya pengobatan pasien tersebut, Bambang mengaku perawatan untuk luka bakar paling besar terdapat pada obat yang digunakan. Disamping itu, ruang rawat pasien harus khusus supaya kulit yang terluka tidak mengalami infeksi. Sehingga, biaya untuk pengobatan luka bakar serius dalam sehari mampu mencapai puluhan juta.

Novi Dwi Istiwanti (17) merupakan korban kesembilan kebakaran Gunung Lawu yang terjadi pada 18 Oktober lalu. Sebelumnya, ayah dan kakaknya yakni Sumarwan dan Nanang tewas terlebih dahulu di lokasi kejadian. Novi berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup bersama pamannya, Eko Nurhadi. Namun, pamannya tersebut meninggal saat perawatan di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge