0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rupiah dan Kegaduhan Politik Mengancam Stabilitas Negara

Dialog Publik di Aula Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UNS (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar yang terjadi belakangan ini tidak terlepas dari kondisi sosial, politik, hukum dan ekonomi. Oleh karena itu, untuk menjaga stabilitas nasional diharapkan semua kalangan untuk bisa lebih kritis dan obyektif dalam bersikap, sehingga tidak memperburuk keadaan.

“Kita tidak ingin tragedi 1998 kembali terulang. Karena jika itu terjadi justru akan memperburuk keadaan dan memperkerdil Indonesia,” ujar pengamat intelejen Wawan Purwanto dalam acara dialog publik di Aula Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UNS, Selasa (24/11).

Dikatakanya, jika kondisi saat ini tetap dibiarkan tidak menutup kemungkinan akan ada upaya pelengseran pemerintahan Joko Widodo seperti era dijaman Suharto dulu. Karena itu pihaknya mengajak semua kalangan baik pengusaha, akademisi, politisi termasuk media untuk lebih bersikap kritis dan tetap mempertimbangkan stabilitas nasional.

“Kalau kita amati sekarang ini upaya sistemik untuk menggulingkan pemerintahan sudah mulai nampak. Salah satunya dengan menggempur ketahanan ekonomi dalam negeri seperti melalui Rupiah, kegaduhan politik dan sebagaianya,” jelas dia.

Oleh karena itu dia berharap agar semua kalangan bisa lebih obyektif dalam menganalisa persoalan yang terjadi sekarang ini. Termasuk juga peran media sangat dibutuhkan untuk membangun stabilitas nasional. Jangan sampai hanya karena mengejar ratting namun justru menambah kegaduhan ditengah masyarakat.

“Peran wartawan dalam membentuk sikap optimisme masyarakat sangat dibutuhkan. Jangan sampai karena adanya kebebasan pers saat ini justru memberikan dampak negatif terhadap stabilitas negara,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge