0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nurdin Halid Pertanyakan Pelaporan Sudirman Said

Nurdin Halid (timlo.net/eko prasetyo)

Solo – Nurdin Halid mempertanyakan motivasi pelaporan Ketua DPR Setya Novanto oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said terkait pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

“Patut dipertanyakan,” ujar Nurdin saat ditanya wartawan, di Kampus UNS, Solo, Selasa (24/11).

Wakil Ketua Partai Golkar ini mengemukakan, Setya Novanto belum tentu salah, tetapi diopinikan kemudian disuruh mundur. Kalau itu terjadi, rusaklah negara.

Nurdin mengatakan, telah mendengar pengakuan Setya Novanto. Ada tiga hal yang perlu dipahami, diantaranya, berdasarkan rekaman, dalam rekaman itu yang berinisiatif minta bertemu Setya Novanto adalah Makruf. Berarti yang membutuhkan bukan Setya Novanto, berarti Freeport yang membutuhkan. Sehingga Setya Novanto tidak ada niat untuk mencatut.

Kedua, dalam rekaman itu tidak ada yang menyebutkan minta saham. Apalagi Freeport , perusahaan asing yang sudah milik publik tidak mungkin membagi-bagi saham. Sehingga Setya Novanto sekalipun minta, tidak mungkin.

“Pembicaraan antara Setya Novanto dengan Freeport itu adalah pembicaraan biasa,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge