0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

The Fed Masih Bayangi Ekonomi Dalam Negeri

Pengamat dan dosen ekonomi UNS, Lukman Hakim (timlo.net/setyo puji s)

Solo – Ancaman krisis ekonomi dalam negeri masih akan terus membayangi selama pemerintah tidak segera mengambil tindakan strategis hingga tahun depan. Pasalnya gempuran eksternal dari The Fed masih belum sepenuhnya selesai. Justru menggantungkan nasib ekonomi negara berkembang melalui penundaan perubahan suku bunganya tahun ini.

“Mulai membaiknya kondisi ekonomi dalam negeri saat ini saya kira hanya sementara. Hal itu karena The Fed menunda kebijakan untuk menaikan suku bunganya ditahun ini,” ujar pengamat dan juga dosen ekonomi UNS, Lukman Hakim kepada wartawan, disela acara seminar nasional dengan tema Upaya Memperkuat Rupiah Guna Antisipasi Resesi dan Ancaman Stabilitas Nasional di Aula FEB UNS, Selasa (24/11).

Dirinya mengatakan, di negara yang ekonominya lemah seperti Indonesia akan sangat rentan terhadap dampak dari gejolak ekonomi internasional. Kondisi itu terjadi karena sektor riil masih lemah serta nilai ekspor yang masih timpang jika dibandingkan impor dari luar negeri.

“Untuk mengantisipasi itu sebenarnya sederhana, yaitu pemerintah mestinya segera melakukan terobosan ekonomi guna mendorong pertumbuhan sektor rill masyarakat,” jelasnya.

Untuk menumbuhkan geliat ekonomi sektor rill, menurutnya ada berbagai cara, salah satunya menurunkan suku bunga agar masyarakat bisa menjangkau kredit yang dikucurkan oleh perbankan.

“Jika itu tidak segera dilakukan bisa dipastikan kedepan akan semakin memburuk. Pemerintah kita harusnya bisa belajar dari negara maju seperti Cina. Mereka mau diguncang ekonomi seperti apapun dari luar tidak akan goyah, mengingat sektor riil dan nilai ekspornya jauh lebih kuat,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge