0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Solo Gagal Raih Piala Adipura, Pemkot Diminta Tak Bimbang

Adipura (Timlo.net - Aditya)

Solo — Kalangan DPRD Solo meminta pemerintah kota (Pemkot) segera menentukan sikap terkait pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo. Hal ini menyusul gagalnya kembali Pemkot Solo meraih piala Adipura.

“Persoalannya kan tidak di kampung atau di kelurahan. Konsentrasinya di TPA. Sesuai undang-undang kan pengelolaan TPA tidak boleh terbuka, harusnya tertutup. Selama ini kan belum jelas mau dikelola investor atau dinas. Kalau investor sejak dulu lelangnya batal terus,” kata Ketua Komisi II DPRD Solo, YF Sukasno kepada wartawan, Selasa (24/11).

Menurut Sukasno, Pemkot sebaiknya segera memutuskan apakah menyerahkan pengelolaan TPA pada investor ataukah dikelola sendiri. Pengelolaan TPA mandiri oleh Pemkot sangat memungkinkan berkaca pada pengelolaan TPA di Banjarmasin.

“Di Banjarmasin, TPA-nya dikelola sendiri dan dikelola dengan baik. Jadi, segera saja Pemkot keputusan yang jelas,” ujar dia.

Jika persoalan pengelolaan TPA tidak segera jelas, Pemkot Solo kemungkinan akan kembali gagal meraih Piala Adipura di tahun-tahun mendatang. Kegagalan meraih Adipura tahun ini juga harus menjadi bahan evalusi lintas dinas seperti Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan Dinas Pengelolaan Pasar (DPP).

Ketua DPRD Solo, Teguh Prakosa berpendapat pengelolaan TPA yang belum mengalami perkembangan menjadi faktor yang membuat Solo gagal mendapatkan Adipura. Jika ingin segera mendapatkan investor, Pemkot sebaiknya menurunkan syarat yang diberikan kepada investor. Apalagi, upaya mendapatkan investor beberapa tahun ini selalu kandas.

“Selama ini antara Pemkot dan investor kan tidak pernah ketemu. Investor kan ada persyaratan. Mestinya Pemkot segera menurunkan syaratnya. Seperti tidak lagi men syaratkan no tipping fee,” beber dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge