0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Juru Parkir Harus Sopan, Rapi, dan Berseragam

Jukir yang terkena razia diberikan pengarahan supaya saat bekerja menggunakan pakaian seragam dan berpenampilan sopan (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Penegak hukum dari unsur kepolisian dan kejaksaan negeri (Kejari) turun tangan menertibkan juru parkir (jukir) di kawasan Kentingan, Jebres, Solo, Selasa (24/11). Dalam penertiban sejumlah jukir dikumpulkan lalu diberi pengarahan agar tak menarik tarif di luar aturan. Mereka juga diminta tidak mabuk-mabukan dan berperilaku layaknya preman.

“Mereka kami kumpulkan dan diberi pengarahan supaya tidak melakukan tindakan negatif, terlebih bergaya seperti preman serta menarik uang parkir diluar ketentuan,” terang Kanit Pembinaan dan Penertiban Masyarakat (Bintibmas) Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polresta Solo, AKP Budi Santoso.

Dikatakan, upaya tersbut dilakukan supaya citra Kota Solo tidak tercoreng di mata para wisatawan. Mengingat, saat ini kota yang mendapat julukan Kota Bengawan ini sedang gencar membranding citra dibidang pariwisata.

“Solo merupakan salah satu destinasi tempat wisata di Jawa Tengah. Mereka (jukir-red) ini kan ujung tombak salah satu cerminan kota wisata. Kalau mereka bergaya preman seperti suka mabuk, bertato, beringas apalagi menaikkan tarif parkir sesukanya pasti citra Solo akan tercoreng,” terang Budi.

Budi menyarankan, supaya para jukir ini bekerja optimal dengan mengenakan seragam, sepatu dan berpenampilan sopan. Jika ditemukan jukir yang masih ngeyel maka pihaknya tidak segan untuk melakukan penindakan.

Dalam penertiban tersebut, hanya satu jukir yang ditemukan memakai seragam resmi. Sisanya sekitar sembilan jukir tak memakai seragam, bahkan ada yang hanya memakai celana selutut serta sandal jepit.

Sementara, anggota Intel Kejari Solo, Dedy Prasetya, yang turut dalam penertiban itu mengatakan sanksi bagi jukir yang diketahui menaikkan tarif tak sesuai aturan ialah pencabutan kartu anggota jukir, hingga pemidanaan jika terbukti ada unsur pemerasan.

“Kalau memang ditemukan ada unsur pemerasan, ya bisa saja dipidanakan,” paparnya.

Meski demikian, pola pembinaan kepada jukir akan lebih dikedepankan agar mereka memahami pentingnya melayani yang baik kepada masyarakat.

“Saat ini, kami fokuskan kepada pembinaan dulu,” paparnya.

Selain aparat dari Kejari dan polisi, penertiban juga melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta petugas dari Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Perparkiran Solo.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge