0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tertipu Durian Palsu, Warga Berebut Helm

timlo.net/nanang rahadian

Salah satu mobil hias peserta pawai

Karanganyar — Warga yang semula berdiri tertib di tepi jalan merangsek ke tengah jalan. Saat itu, mobil bak terbuka milik Kecamatan Jumantono melintas di depan panggung kehormatan. Warga berebutan buah durian yang dibawa mobil tersebut.

“Saya hanya ikut-ikutan warga lain yang ikut ngrayah durian,” kata Budi, warga Lalung, Senin (23/11).

Sejumlah warga merangsek mendekati bak mobil terbuka karena ingin mengambil durian di pohon harus gigit jari. Pasalnya, durian yang mereka perebutkan ternyata hanya replika atau palsu. Sejumlah warga yang kecele menepi. Mereka menertawai kebodohan sendiri karena tertipu replika durian.

“Hahaha…ternyata hanya durian palsu,” kata Budi sambil tertawa.

Tidak lama melintas mobil bak terbuka milik Satuan Lalu Lintas Polres Karanganyar. Sejumlah wanita polisi yang akrab disapa Polwan duduk di kursi di bak mobil. Mereka turun di depan panggung kehormatan dan membagikan helm. Sejumlah warga merangsek dan berebut helm yang dibawa Polwan maupun yang disimpan di bak mobil.

Kondisi serupa terjadi pada mobil hias lainnya. Terutama mobil yang membawa tanaman hias, sayur, buah, dan lain-lain. Warga yang berdiri di tepi jalan akan menyambar apapun yang bisa dibawa pulang. Itu gambaran warga yang menonton Pawai Pembangunan di Jalan Lawu, Senin (23/11).

Di panggung kehormatan yang berdirii di pertigaan jalan dekat kantor DPRD Kabupaten Karanganyar. Selain, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, sejumlah musyawarah pimpinan daerah (Muspida), pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), dan anggota DPRD duduk di bawah tenda kehormatan.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, sempat berjalan ke tengah jalan saat sejumlah warga berebut durian milik Kecamatan Jumantono. Sepertinya, orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar itu ingin mengecek durian yang tumbuh di pohon. Dia tertawa saat menyadari durian itu palsu.

“Ini kegiatan rangkaian hari jadi. Kami ingin menyuguhkan kepada masyarakat potensi masing-masing SKPD dan kecamatan. Masyarakat harus tahu perkembangan. Bagian dari sosialisasi dan kami berharap mendapat kritikan dari masyarakat. Semoga apa yang kami lakukan bisa ikut dinikmati masyarakat dan (masyarakat) merasa memiliki Kabupaten Karanganyar,” ujar dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge