0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang UAS, Sekolah yang Tahan Kartu Ujian Bakal Disanksi

dok.timlo.net/daryono
Teguh Prakosa, Ketua DPRD Solo (dok.timlo.net/daryono)

Solo – Kalangan DPRD Solo mengancam memberikan sanksi kepada sekolah baik negeri maupun swasta yang menahan kartu ujian semester siswa lantaran orangtuanya belum membayar uang sekolah. Legislator menerima aduan dari masyarakat perihal upaya sekolah menahan kartu ujian.

“Kalau ada sekolah yang menahan kartu ujian akan kami berikan sanksi baik sanksi administrasi, termasuk sanksi untuk tidak diberi bantuan,” kata Ketua DPRD Solo, Teguh Prakosa kepada wartawan, Senin (23/11).

Peringatan itu, lanjut Teguh, disampaikan seiring pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) SD, SMP dan SMA/SMK, 28 November hingga 8 Desember. Teguh mengaku menerima banyak laporan dari orang tua siswa tentang upaya sekolah menahan kartu ujian siswa.

Menurut Teguh, para orang tua siswa yang belum bisa memenuhi pembayaran sekolah rata-rata merupakan warga tidak mampu. Ketidakmampuan orang tua siswa melunasi pembayaran sekolah tidak berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar.

“Urusan membayar sekolah itu kan urusan orang tua. Kalau belum bisa membayar kan bisa dipanggil, diminta keterangan kapan sanggup membayar. Kami himbau sekolah tidak menahan kartu ujian,” ujar dia.

Senada, Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti meminta sekolah tidak melakukan diskriminasi terhadap siswa yang orang tuanya belum bisa membayar uang sekolah. Diskriminasi itu misalnya memberi kartu ujiian fotocopy.

“Temuan tahun lalu, siswa yang orang tuanya belum membayar uang sekolah diberi kartu ujian fotocopy. Itu kan membuat siswa minder. Kami minta tahun ini tidak ada seperti itu,” ujar dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge