0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Memenuhi Persyaratan, KPPS Andong Direkomendasikan Diganti

Ketua Panwaslu Boyolali, Narko Nugroho (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Panwaslu Boyolali mengirim surat ke KPU agar segera menganti 100-an anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Kecamatan Andong. Pasalnya, terindikasi tidak memenuhi persyaratan sebagai anggota KPPS.

“Mereka tidak memenuhi persyaratan, yaitu menjabat KPPS dua periode berturut-turut,” ungkap Ketua Panwaslu Boyolali, Narko Nugroho, Senin (23/11).

Jumlah KPPS yang harus diganti kemungkinan bertambah, menyusul pendataan belum selesai. Mengingat saat ini, Panwaslu baru melakukan pendataan 1 KPPS dari 19 KPPS yang ada di Boyolali. Pendataan sendiri baru bisa dilakukan Panwaslu setelah KPPS dilantik.

“Kalau belum dilantik, kita belum bisa lakukan pendataan,” tambahnya.

Disisi lain, jumlah total 9.065 anggota, mayoritas adalah guru dan PNS. Panwaslu sendiri tidak mempermasalahkan latar belakang tersebut selama sesuai dengan rekomendasi. Namun, pihaknya perlu melakukan pengawasan, mengingat selama Pilkada pelanggaran tertinggi justru dari netralitas PNS.

“KPPS harus netral, mereka yang langsung dengan teknis pemungutan dan penghitungan suara. Padahal tahapan ini sangat rawan manipulasi dan kecurangan,” tambahnya.

Disisi lain, Komisioner KPU, Ali Fachrudin menyambut positif terkait temuan Panwaslu. Hingga kini pihaknya masih menunggu rekomendasi Panwaslu. Pihaknya nanti akan melakukan verifikasi dan bila terbukti akan dicarikan penggantinya.

“Masih ada waktu untuk mencermati,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge