0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Camat Sambirejo Jadi Pembelajaran Bagi PNS

dok.timlo.net/agung widodo
Anggota Bawaslu Jawa Tengah, Teguh Purnomo. (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Kasus Sembako bergambar pasangan calon Agus Fatchur Rahman-Djoko Suprapto (Aman To) diharapkan jadi pelajaran berharga bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan perangkat desa. jika tidak hati-hati, maka sanksi dan proses hukum bagi yang melanggar telah diatur secara jelas dalam undang-undang Pemilu. Seperti yang dialami Camat Sambirejo, Suhariyanto yang akhirnya menjadi terdakwa dalam pidana pemilu kasus sembako Aman To.

”Kasus Camat Sambirejo menjadi bukti di mana seorang PNS bisa dijerat dan diadili di persidangan akibat pelanggaran pemilu yang dia lakukan,” kata Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah, Teguh Purnomo, akhir pekan lalu.

Teguh mengungkapkan, kasus pelanggaran pemilu oleh PNS bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya beberapa kasus juga pernah menimpa PNS karena bersikap tidak netral dalam Pilkada. Dari sejumlah kasus pelanggaran pemilu di Jawa Tengah, memang biasanya dilakukan oleh calon incumbent.

Seperti di Pemalang misalnya, calon incumbent menylahgunakan program bantuan bagi warga miskin untuk kepentingan kampanye. Di mana masyarakat miskin bakal diberi bantuan dengan syarat mendukung calon incumbent.

Oleh karena itu Teguh sekali lagi mewanti-wanti agar PNS dan perangkat desa yang ingin bermain-main dalam kegiatan politik praktis untuk berfikir dua kali. Pihaknya telah menginstruksikan kepada Panwaslu dan Panwascam untuk lebih serius lagi melakukan pengawasan terhadap PNS dan perangkat desa di Kabupaten Sragen.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge