0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bayi Dibuang di Kandang Sapi, Ini Pesan Orangtuanya

IMG_20151123_135913
Sepucuk surat yang ditinggalkan oleh orang tua bayi berumur tiga hari, Muhammad Fahrizal Hanif ()

Solo — Alasan ditinggalkannya Muhammad Fahrizal Hanif, bayi laki-laki berusia tiga hari di kawasan Yayasan Pemeliharaan Anak dan Bayi (YPAB) Permata Hati, Kelurahan Kandang Sapi RT 01/ RW 33 Kecamatan Jebres, Solo lantaran orangtuanya ingin bekerja keluar negeri. Hal ini diketahui dari sepucuk surat yang diletakkan di dalam kardus bersama dengan bayi malang itu.

“Kalau dari surat yang ditinggalkan, orang tua bayi ini menuliskan dia mau berangkat keluar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan menitipkan bayinya di yayasan tersebut,” kata Kapolsek Jebres, Kompol Edison Panjaitan saat dihubungi Timlo.net, Senin (23/11).

Kapolsek juga menuturkan, bedasarkan tulisan surat yang ditinggalkan itu setelah pulang menjadi TKI orangtua pemilik bayi ini akan mengambil bayinya. Meski begitu, si orang tua tidak menyebut akan menjadi TKI di negara mana.

“Kalau mengacu pada surat yang ditinggalkan itu, dia (orang tua bayi —Red) akan mengambil kembali anaknya,” terang Kapolsek.

Orang tua bayi, lanjut Kapolsek, juga meninggalkan pesan supaya merawat bayinya dengan baik. Pasalnya, saat ini dirinya sedang mengalami kesulitan finansial untuk mengurus keperluan sang bayi.

“Apapun alasannya, masih kami selidiki lebih lanjut,” terang perwira menengah berpangkat melati satu di pundak tersebut.

Sebelumnya diberitakan, sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga dipintu masuk Yayasan Pemeliharaan Anak dan Bayi (YPAB) Kelurahan Kandang Sapi RT 01/ RW 01 Kecamatan Jebres, Solo, pada Minggu (22/11) sekitar pukul 23.45 WIB. Saat ditemukan, kondisi bayi terbungkus kain dan diletakkan dalam sebuah kardus. Dalam kardus tersebut juga terdapat perlengkapan bayi, botol susu serta sepucuk surat yang diduga dari ibu si bayi malang tersebut.

Informasi yang dihimpun, warga mendengar suara tangisan bayi dari kawasan YPAB. Salah seorang warga, bernama Aris Joko Prasetyo (30), mencoba memeriksa sumber tangisan tersebut. Dengan didampingi Purnomo (29) dirinya memeriksa kawasan YPAB yang waktu itu dalam kondisi sepi. Saat ditemukan sumber suara tangis keduanya terkejut lantaran ada sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki yang diduga diletakkan oleh orang tuanya ditempat tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge