0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UMK Boyolali Rp 1.403.000, Pengusaha Boleh Ajukan Keberatan

dok.timlo.net/nanin
Buruh pabrik (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pasca ditetapkanya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Boyolali oleh Gubernur Jawa Tengah, sebesar Rp 1.403.000, pekan kemarin, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Boyolali, memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk mengajukan keberatan dan penangguhan UMK.

“Tapi kita masih menunggu SK Gubernur, nanti kita sosialisasikan dan beri kesempatan untuk ajukan keberatan,” kata Kepala Dinsosnakertrans Boyolali, Purwanto, Minggu (22/11).

Hal senada juga diungkapkan Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans, Joko Santoso, setelah SK Gubernur diterima, paling lambat awal bulan Desember, pihaknya sudah melakukan sosialisasi. Perusahaan sendiri sesuai ketentuan diberi waktu paling lambat 10 hari sebelum UMK 2016 diberlakukan.

“Untuk pengajuan penangguhan ada persyaratanya, audit dua tahun berturut-turut dan ada persetujuan dari serikat pekerja,” ungkapnya.

Dijelaskan juga, perusahaan yang tidak menetapkan UMK tanpa mengajukan penangguhan, bisa terkena sanksi pidana. Hal ini sesuai  dengan UU 13/2003 tentang ketenagakerjaan Pasal 90 (1), pengusaha dilarang membayar lebih rendah dari upah minimum yang ditetapkan pemerintah. Jika dilanggar, sesuai Pasal 185, dapat diancam sanksi hukuman penjara paling singkat satu tahun hingga empat tahun dan denda paling sedikit Rp 100 juta – Rp 400 juta.

“Kita harapkan waktu 10 hari sebelum ditetapkan, perusahaan bisa gunakan semaksimal mungkin,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge