0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Berebut Tanam Padi di Waduk Kedung Ombo

(dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Mulai terisinya air di Waduk Kedung Ombo, menyusul hujan yang turun di wilayah Kemusu, Boyolali, sejumlah warga mulai berebut menanami kawasan sabuk hijau. Para petani dadakan ini menanami padi di kawasan yang sebetulnya dilarang untuk ditanami.

“Sudah jadi tradisi turun temurun, kita biasa tanam di kawasan sabuk hijau,” ungkap salah satu warga, Lasmi (50), Desa Klewor, Kemusu, Minggu (22/11).

Tanaman yang milik Lasmi sendiri saat ini sudah berusia satu minggu dan benih padi sudah mulai tumbuh. Lasmi berharap, tanaman padinya tersebut segera panen sebelum waduk terendam air hujan. Lasmi sendiri mulai menanami lahan sabuk hijau diawal musim penghujan, dengan cara benih langsung ditanam dan bila terkena air hujan, tanaman akan langsung tumbuh.

“Kita tinggal bersihkan rumput, biar tidak menganggu tanaman padi,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan petani lain, Sarmi (52), diakui bertanam di kawasan sabuk hijau, yang merupakan lahan pasang surut banyak sekali tantanganya. Selain hama, ancaman waduk yang tergenang yang paling mengkhawatirkan. Untuk menghindari kerugian, banyak yang memilih menanam jagung dibandingkan padi.

“Nanti kalau sudah mencapai puncak musim hujan, kawasan sabuk hijau pasti tergenang,” tambahnya.

Terpisah, Camat Kemusu, Harsito, mengakui kesulitan melarang warganya untuk tidak bercocok tanam di kawasan sabuk hijau. Bahkan sebagian warga juga masih banyak yang tinggal dikawasan sabuk hijau. Sosialisasi sudah dilakukan, namun warga masih enggan untuk pindah.

“Kita terus berupaya lakukan sosialisasi agar mereka segera pindah dari daerah genangan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge