0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembahasan Revisi UU ITE Molor Bisa Berdampak Luas

(merdeka.com)

Timlo.net – Pengamat ITE mengkhawatirkan banyak korban akibat ‘pasal karet’ pada pasal 27 ayat 3 UU ITE. Hal itu diakibatkan karena molornya pembahasan naskah revisi UU ITE oleh DPR RI pada tahun ini.

Terlebih, munculnya Surat Edaran (SE) dengan nomor SE/6/X/2015 yang diterbitkan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti tentang Ujaran Kebencian atau Hate Speech pada awal November ini.

“Karena memasukkan unsur pencemaran nama baik dan penistaan agama ke dalam kategori hate speech. Maka, berdampak ke mereka yang terjerat UU ITE,” kata Pegiat internet dari SafeNet, Damar Juniarto, kemarin.

Peristiwa tersebut, kemudian dikaitkan dengan ‘hilangnya’ naskah revisi UU ITE yang seharusnya sudah dibahas di DPR RI.

“Situasi makin diperkeruh sejak ada SE Kapolri dan akan ada Pilkada Serentak. Jadi, naskah revisi ini menghilang, atau dihilangkan agar bisa tetap mempertahankan status quo,” ujarnya.

Terkait soal ‘hilangnya’ naskah UU ITE, bukan bermakna sesungguhnya atau secara harfiah, namun momentum yang semestinya bisa dibahas pada Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun ini.

Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan masyarakat sipil yang peduli akan adanya revisi UU ini, mendorong agar secepatnya UU ITE bisa dibahas oleh DPR pada tahun 2015.

[lar]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge