0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pendapatan Penjual Batu Akik Merosot Drastis

dok.timlo.net/aditya wijaya
Pameran dan Kontes Batu Nusantara di homestay pabrik gula (PG) Gondang Winangoen, Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Pamor batu akik (gemstone) akhir-akhir ini mulai meredup. Hal itu dirasakan sejumlah penjual batu akik yang mengikuti Pameran dan Kontes Batu Nusantara di homestay Pabrik Gula (PG) Gondang Winangoen, Klaten, Kamis-Minggu (19-22/11).

“Sepi, Mas. Saya ikut pameran sejak hari kedua (Jumat, 20/11) enggak sampai dapat Rp 1 juta,” kata Surono,  Minggu (22/11).

Menurut pemilik 99 gemstone ini,  pendapatannya menurun drastis hingga 90 persen dari rata-rata Rp 2 juta per hari saat batu akik booming. Harapannya untuk meningkatkan omzet lewat pameran di Klaten ternyata tak sesuai harapan.

“Untuk bayar stand Rp 30 ribu,  sedangkan pendapatannya rata-rata sekarang hanya Rp 200 ribu. Pengunjung yang datang ke sini dibanding penjualnya malah banyak penjualnya. Bahkan ada salah satu penjual yang ikut pameran, ternyata dulu sering beli ke tempat saya. Persaingannya ketat,” kata warga Pracimantoro, Wonogiri.

Hal senada juga disampaikan Wawan. Pemilik Wawan Gemstone ini tidak berani membawa batu akik kelas atas karena khawatir kurang laku.

“Paling mahal yang saya jual adalah batu pancawarna seharga Rp 500 ribu. Kalau lainnya harga anjlok sampai 70 persen,” ucapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge