0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Mayat di Karangpandan

(Ilustrasi) TKP penemuan mayat di Karangpandan (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Polisi kesulitan mengungkap identitas mayat yang ditemukan di saluran irigasi pinggir jalan Karangpandan-Tawangmangu di Ngiri, Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan, Sabtu, (21/11). Minimnya petunjuk dan belum keluarnya hasil otopsi belum juga dikeluarkan pihak rumah sakit umum daerah (RSUD) Dr Moewardi, Solo, menjadi kendala utama.

“Mayat ditemukan tanpa  identitas sama sekali. Kondisi tubuh mayat tersebut sudah mulai membusuk. Ditambah lagi, mayat dalam keadaan telanjang bulat,” kata Kapolsek Karangpandan AKP AKP Aris Dwi Handoko saat dihubungi Minggu (22/11).

Selain melakukan penyelidikan, lanjut AKP Aris, pihaknya juga menyampaikan pengumuman kepada masyarakat Karanganyar jika merasa kehilangan sanak saudara. Mayat laki-laki tersebut tingginya sekitar 170 cm. Sejauh ini tiga saksi sudah dimintai keterangan. Mereka semuanya petani pemilik sawah di dekat lokasi pertanian.

”Salah satu saksi mengaku sudah mencium bau busuk sejak Hari Senin. Namun saksi petani tersebut mengira bau busuk itu berasal dari bangkai tikus yang hanyut di saluran irigasi,” jelas Kapolsek.

Diberitakan sebelumnya,  warga Ngiri, Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan gempar dengan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas di saluran air di tepi jalan Karangpandan-Tawangmangu Sabtu 21/11) sore. Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Sunarso, pencari rumput.

Sunarso sekitar pukul 14.30 WIB mencium bau busuk dari saluran air. Saat dicek ternyata sesosok mayat sudah membusuk dengan kondisinya telanjang bulat. Beberapa bagian tubuhnya lebam, kepalanya tinggal tengkorak. Lokasi penemuan mayat tertutup semak belukar. Meskipun berada di pinggir jalan, orang yang melintas tak menduga ada mayat di saluran air tersebut.

Dugaan sementara, mayat tersebut korban pembunuhan. Pelaku membuang mayat dan mengambil identitas korban untuk menghilangkan jejak.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge