0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Joko Sutopo: Wayang Jadi Salah Satu Media Sosialisasi

foto: Tarmuji
Dari kiri anggota DPR RI Ario Bimo,Ketua DPRD Wonogiri Setyo Sukarno,Cabup Joko Sutop saat menyerahkan tokoh wayang kepada dalang Ki Enthus Susmono (foto: Tarmuji)

Wonogiri – Wayang kulit merupakan warisan budaya yang sudah diakui dunia. Wayang bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tuntunan dalam berkehidupan, sekaligus sebagai alat untuk menjaga rasa nasionalis.

“Wayang menjadi salah satu media sosialisasi pesta demokrasi,” ungkap Calon Bupati Wonogiri, Joko Sutopo (Jos) saat membuka acara Nguri-Nguri Kabudayan Jawi di Lapangan Banyakprodo, Kecamatan Tirtomoyo, Sabtu (21/11) malam.

Di hadapan ribuan relawan yang hadir, nampak hadir pula anggota DPR RI, Bambang Wuryanto, Anggota Komisi V DPR RI Aria Bima, Anggota DPRD Propinsi Jawa Tengah, Joko Purnomo dan sederet anggota DPRD Wonogiri dari fraksi PDIP dan fraksi Golkar. Sedang wayang kulit semalam suntuk dibawakan oleh Ki Dalang Enthus Soesmono dengan mengambil lakon “Babad Alas Wonomarto”.

Joko”Jekek” Sutopo mengatakan, media budaya menjadi media perkenalan pribadinya dengan warga masyarakat Wonogiri, khususnya Kecamatan Tirtomoyo dan sekitarnya.

“Karena saya dipercaya oleh PDIP, Golkar dan Nasdem untuk nyabup dalam Pilkada ini,” jelas Ketua DPC PDIP Wonogiri ini.

Dikatakan, warga masyarakat harus ikut menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan ini. Pasalnya, waktu dua menit di dalam bilik suara nantinya akan menentukan nasib Wonogiri lima tahun ke depan.

“Memilih bupati jangan asal milih, perlu pertimbangan. Pilihlah bupati yang bisa membangun Wonogiri, bisa menggratiskan biaya sekolah, kesehatan gratis, dan penghapusan denda-denda selama ini ada di Wonogiri,” katanya.

Dia pun berharap, warga masyarakat menjadi relawannya dan memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk memimpin Wonogiri.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge