0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siapa Perekam Percakapan Setyo Novanto?

Maroef Sjamsoeddin (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Transkrip percakapan soal perpanjangan kontrak PT Freeport beredar luas dan kini bola panas itu terus menggelinding. Dalam transkrip tersebut disebut-sebut adalah pembicaraan antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid dan Bos Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Lalu siapa yang merekam percakapan tersebut?

Dalam diskusi di salah satu stasiun TV swasta nasional, Staf khusus Menteri ESDM, Said Didu menyebut bahwa perekam tersebut adalah pihak Freeport, dalam hal ini Maroef Sjamsoeddin.

“Jadi saya pikir itu inisiatif Freeport itu sendiri. Mereka perusahaan yang terbuka di asalnya,” ujar Said Didu beberapa waktu lalu.

Said juga membantah bahwa rekaman percakapan itu adalah pesanan dari Menteri ESDM Sudirman Said. Menurut Said Didu, Menteri Sudirman hanya meminta jika ada pihak-pihak yang menjanjikan bisa menyelesaikan persoalan yang terkait dengan Kementerian ESDM untuk dilaporkan.

“Saya menyatakan laporkan, apabila ada orang pihak lain yang menjadi makelar dalam urusan dengan Kementerian ESDM,” ujar Said Didu.

Soal urusan rekam merekam, Freeport atau dalam hal ini Maroef Sjamsoeddin tentu bukan barang baru. Sebelum menjadi bos Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin adalah wakil kepala Badan Intelijen Negara (BIN), sehingga soal sadp menyadap mungkin sudah ahlinya.

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menyatakan, Presiden Direktur PT Freeport Maroef Sjamsoeddin merupakan Jenderal Bintang dua yang telah malang melintang di dunia intelijen.

“Menarik kita simak, Maroef adalah jenderal bintang dua yang malang melintang di dunia intelijen, jabatan terakhirnya adalah Wakil kepala BIN. Sebagai mantan wakil KaBIN, pasti ada alasan mengapa pertemuan itu harus direkam, karena dianggap ada permintaan yang tidak wajar,” kata dia melalui keterangan tertulisnya, Kamis (19/11).

Politikus PDIP ini meyakini Maroef masih memiliki bukti-bukti lain dari pembicaraan tersebut. Jadi, akan membuat Setya Novanto mati langkah guna terus-terusan mengelak.

“Dalam kasus ini siapapun bisa saja berkelit, pertemuan itu dilakukan demi bangsa dan negara demi rakyat Papua atau demi demi yang lainnya,” katanya.

Maroef Sjamsoeddin adalah perwira tinggi TNI Angkatan Udara. Dia adalah anggota Pasukan Khas, pasukan elite baret jingga milik TNI AU. Di sana dia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon Komando 465.

Maroef juga adik kandung Wakil Menteri Pertahanan era SBY Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin. Karir lulusan AAU tahun 1980 ini cukup cemerlang, dia pernah menjadi Atase Pertahanan RI di Brasil saat masih berpangkat Kolonel.

Karir pensiunan perwira tinggi bintang dua ini banyak dihabiskan di bidang intelijen. Dia pernah menjabat Direktur Kontra Separatis BIN dan Sahli Hankam BIN. Puncaknya Maroef menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara dari tahun 2011 hingga 2014.

Sejumlah sumber menyebut Maroef kenal dengan sejumlah petinggi Freeport saat pernah ikut menyelesaikan masalah pemogokan karyawan.

Setelah Maroef pensiun, PT Freeport Indonesia menunjuknya sebagai presiden direktur baru. Maroef menggantikan Rozik B Soetjipto yang memasuki masa pensiun awal tahun 2015 lalu. [hhw]

Sumber: merdeka.com

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge