0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Merasa Dizalimi, Setnov Ambil Langkah Hukum

merdeka.com

Setya Novanto

Timlo.net — Ketua DPR Setya Novanto membantah sebagai orang yang ada dalam rekaman percakapan yang dilaporkan Menteri ESDM, Sudirman Said kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Dia bahkan menuding ada orang yang mengedit rekaman itu untuk menjatuhkan dirinya.

“Saya tidak pernah akui rekaman itu. Belum tentu suara saya, bisa saja diedit tujuan menyudutkan saya,” kata Setnov di gedung DPR, Jakarta, Jumat (20/11).

Politikus Partai Golkar itu merasa dirinya telah dizalimi. Bahkan dirinya telah membentuk tim hukum untuk mengevaluasi skandal pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) itu.

“Tim saya akan memberikan saran yang terbaik dalam langkah hukum ini. Sekarang lagi dikaji dalam waktu satu hari ini,” kata dia.

Dia mengaku punya alasan kuat membawa kasus ini ke ranah hukum. Dia menilai, dalam transkip rekaman yang diserahkan Sudirman Said tidak utuh.

“Banyak di dalam skrip yang tidak masuk. Banyak yang diedit. Nanti pada saatnya kami pasti akan sampaikan. Saya minta dibuka utuh dan saya belum mengakui itu,” tegasnya.

Setnov menyerahkan proses penyelesaian kasus ini pada MKD. Dia yakin MKD bakal melihat kasus ini secara menyeluruh.

“Justru sekarang, saya percayakan kepada MKD untuk melihat secara utuh daripada teknis-teknis dan tata tertib yang ada terhadap laporan-laporan menteri ESDM,” ucapnya.

Di sisi lain, Setnov merasa geram jika disebut mencatutkan nama Jokowi-JK dalam lobi perpanjangan kontrak Freeport. Pasalnya, dia mengklaim jika perpanjangan kontrak perusahaan tambang emas itu berada di tangan legislatif.

“Kenapa saya harus mencatut Presiden Jokowi mengenai perpanjangan kontrak? Ngapain harus catut? Orang perpanjangan kontrak kan harus persetujuan DPR,” tandasnya.

[ard/dan]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge