0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Festival Satwa Hasil Penangkaran kembali Digelar di Solo

timlo.net/daryono

Jumpa pers festival SHP di Solo

Solo – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah kembali menggelar Festival Satwa Hasil Penangkaran (SHP) di Solo. Festival yang digelar kali kedua setelah tahun 2013 ini bakal digelar di Taman Balekambang, Minggu (22/11).

“Kenapa SHP ini kami gelar di Solo karena Soloraya ini menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap konservasi satwa dilindungi. Kesadaran masyarakat menangkarkan satwa dilindungi Solo tinggi. Jumlahnya sudah ribuan,” kata Kepala BKSDA Jawa Tengah, Suharman, saat jumpa pers, Jumat (20/11) di Solo.

Festival SHP, lanjut Suharman, diisi dengan berbagai kegiatan antaralain kontes satwa liar jenis Jalak Bali, pameran satwa liar hasil penangkaran jenis aves/burung (Jalak Bali, Jalak Putih dan Parung Bengkok), lomba mewarna satwa liar tingkat SD dan lomba foto kegiatan festival SHP. Sehari sebelumnya, digelar pula Bimtek pemanfaatan Tumbuhan Satwa Liar (TSL).

Melalui Festival SHP, diharapkan masyarakat berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian satwa liar dilindungi undang-undang melalui penangkaran. Dengan demikian, ketergantungan terhadap hasil tangkapan alam juga semakin berkurang. Selain itu, ekonomi masyarakat pelaku usaha penangkar juga bisa meningkat.

Koordnator Konservasi Keanekaragaman Hayati BKSDA Jawa Tengah, Sohib Abdilah menambahkan jumlah penangkar burung dilindungi teregister di Jawa Tengah terus meningkat. Dari hanya tiga penangkar di tahun 2005 meningkat menjadi 111 penangkar di tahun 2015.

“Dari 111 penangkar burung dilindungi itu, 88 penangkar merupakan penangkar Jalak Bali. Sisanya penangkar Jalak Putih, Merak dan jenis Burung Paruh Bengkok,” beber dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge