0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Agar Dapat Insentif, GTT/GTY Harus Bikin Proposal

dok.timlo.net/tyo eka
Sekterais Dikpora Solo, Aryo Widyandoko (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Solo menyatakan, salah satu persyaratan guru tidak tetap atau guru tetap yayasan (GTT/GTY) untuk mendapatkan insentif harus mengajukan proposal.

“Karena insentif itu melalui dana bantuan sosial (Bansos), pencairannya sesuai ketentuan penerimaan Bansos,” jelas Sekretaris Dinas Dikpora Solo, Aryo Widyandoko kepada wartawan, di ruang kerjanya, Jumat (20/11).

Menurut Aryo, untuk bisa mencairkan insentif, para GTT/GTY memang harus membuat dan mengajukan proposal sesuai ketentuan. dana Bansos. Tanpa adanya pengajuan proposal, maka insentif bagi GTT/GTY tidak bisa cair.

Sementara itu, sesuai instruksi dari jajaran Dinas Dikpora olo, setiap GTT/GTY di sekolah swasta, harus membuat proposal terlebih dulu untuk bisa mencairkan dana insentif tahun 2015 dengan nilai Rp 250.000 per bulan. Jumlah total insentif yang akan diterima sekitar Rp 3 juta.

Penyusunan proposal bagi para GTT/GTY untuk mendapatkan insentif, tidaklah mudah. Semua harus detil dan rinci. “Pencairan insentif kali ini berbeda dengan sebelumnya yang bisa langsung diterima. Sekarang cukup rumit. Musti dicek bolak-balik. Ini kan memakan waktu, tenaga, dan juga pikiran,” ungkap salah seorang guru yang enggan ditulis namanya.

Hal senada dikemukakan Ketua Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) Solo, Asmuni. Ia mengungkapkan, lantaran pos dana insentif dialihkan ke pos Bansos, maka masing-masing GTT/GTY harus membuat proposal sendiri.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge