0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Peringati Haul ke-170 Kiai Singo Manjat

Ratusan warga Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Klaten dan sekitarnya menggelar pengajian untuk memperingati wafatnya Kiai Imam Rozy atau Kiai Singo Manjat ke-170, Kamis (19/11) malam, di Masjid Ar Rozy (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten —┬áRatusan warga Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Klaten dan sekitarnya menggelar pengajian untuk memperingati wafatnya Kiai Imam Rozy atau Kiai Singo Manjat ke-170, Kamis (19/11) malam, di Masjid Ar Rozy.

“Tidak hanya mengenang wafatnya sosok Kiai Manjat, pengajian ini juga dalam rangka memperingati haul KH Abdul Mu’id bin Muhammad Thohir ke-74,” kata panitia kegiatan haul, Choirul Anwar.

Dijelaskan, Kiai Singo Manjat di masa hidupnya merupakan salah satu pengawal setia Pangeran Diponegoro. Setiap ada peperangan melawan penjajah Belanda dia selalu berada di garis depan.

“Beliau (Kiai Singo Manjat) selama ini dikenal sebagai pengawal Pangeran Diponegoro dan pengabdiannya dalam dakwah Islamiyyah juga sangat tersohor. KH Abdul Mu’id yang di masa hidupnya bergerak dalam syiar tarekat di wilayah Klaten dan sekitarnya,” imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan Kiai Muhammad Zahid. Setiap tahun di bulan Shafar, keluarga besar kedua sosok itu menggelar haul dengan tujuan agar umat semakin mantap dalam beribadah kepada Allah SWT. Sebelum majelis ini digelar, pagi harinya ada khotaman Al Qur’an sebanyak 9 khataman yang dilakukan para huffadz atau hafal Alquran 30 juz.

“Umat selalu kita arahkan untuk tetap istiqomah iman dan taqwa kepada Allah SWT. Dengan semangat ukhuwwah, kita harapkan majelis ilmi ini benar-benar membawa berkah,” jelas Kiai Muhammad Zahid.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge