0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pangkalan Udara Natuna akan Dibuat Seperti Pearl Harbour

merdeka.com
(Ilustrasi) F-16 TNI AU (merdeka.com)

Karanganyar — Sejak Tiongkok mengklaim sebagian perairan Natuna di Laut China Selatan ke dalam peta teritorial yang dikenal dengan sebutan nine-dashed line atau garis demarkasi, pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus melakukan penguatan di kawasan Pangkalan Udara di Kepulauan Natuna. Pangkalan yang semula hanya mampu digunakan untuk pesawat angkut kini akan “disulap” untuk kebutuhan pesawat tempur serta dilengkapi pelabuhan layaknya pangkalan Pearl Harbour di Hawai.

“Rencananya akan kita bangun lagi seperti pangkalan Pearl Harbour di Hawai milik Amerika,” kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Agus Supriatna saat ditemui wartawan di sela Upacara Pelantikan Perwira TNI AU, di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Colomadu, Karanganyar, Jumat (20/11).

Salah satu bentuk penguatan yang akan dilakukan di kawasan tersebut adalah dengan meningkatkan level  dari tingkat C ke tingkat B. Artinya, sejumlah perlengkapan militer, khususnya dari Angkatan TNI AU akan ditingkatkan lebih banyak dan strategis.

“Peningkatan bisa meliputi pesawat tempur maupun pasukan yang disediakan di kawasan tersebut,” jelas perwira berpangkat bintang empat di pundak tersebut.

KSAU mengaku Kepulauan Natuna merupakan kawasan strategis yang terletak di Laut Jawa dan Selat Karimata. Biasanya, kawasan tersebut juga digunakan sebagai lintas kapal dagang terbesar di Asia. Disamping itu, faktor terbesar Negeri Tiongkok berhasrat mengklai kawasan itu adalah cadangan gas dan minyak bumi yang melimpah. Meski begitu, KSAU mengaku upaya yang dilakukan hanya untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Disinggung anggaran yang akan dialokasikan untuk melakukan upgrade terhadap Pangkalan Ranai di kawasan Natuna ini, KSAU mengaku telah menganggarkan sedikitnya Rp 200 miliar. Alokasi anggaran digunakan untuk memperpanjang landasan pacu agar bisa dipakai mendarat pesawat tempur kelas berat seperti F-16 Fighting Falcon.

“Intinya kami hanya menjaga kedaulatan NKRI. Jika ada pesawat atau peralatan tempur yang masuk ke kawasan RI kita siap melakukan pencegatan,” tegas KSAU.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge