0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kripik Wader Semarakkan Pekan Inovasi Teknologi LIPI

Pekan Inovasi Teknologi LIPI di Solo Paragon Mall (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Kripik Wader, oleh-oleh khas Rawa Pening, selama empat hari, tanggal 19 -22 Nopember 2015 menyemarakkan ekspo Pekan Inovasi Teknologi yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Atrium Mall Solo Paragon, Solo.

“Kami mulai usaha kripik wader sekitar sembilan tahun lalu,” ujar Siti Rodiah, pemilik usaha Kripik Wader di sela-sela ekspo, Jumat (20/11).

Usahanya, kata Siti Rodiah yang akrab dikenal Siti Wader, berawal dari pertanyaan mengapa tidak memanfaatkan ikan-ikan kecil atau wader yang banyak terdapat di Rawa Pening, Kabupaten Semarang.

“Rumah saya memang berada di daerah Bukit Cinta, Banyubiru Kabupaten Semarang, di pinggir Rawa Pening,” ungkapnya.

Sejak itu, kata Siti Wader, sambil merealisasi wacana itu, memulai usaha membuat kripik wader. Awalnya masih sederhana baik cara memasak maupun pengemasan. Tetapi lambat laun usahanya berkembang. Dibawah bimbingan Dinas Perdagangan setempat, produknya dikemas secara baik, kemudian diberi label nama.

“Kami jual satu kemasan Rp 12.000,- per ons,” jelasnya.

Selain membuka gerai kripik wader di rumah, kata Siti, pemasarannya hingga Semarang, Salatiga, Yogkarta, Solo, Jakarta dan sebagainya. Sedang gerai di rumah, untuk mereka yang mencari oleh-oleh khas Rawa Pening, apalagi rumahnya merupakan kawasan wisata Bukit Cinta.

Saat ini, Siti Wader mengaku, bisa memproduksi kripik wader hingga 50 kwintal per harinya. Bahkan jika ikut pameran atau bazar, produksinya bisa lebih 50 kwintal.

Selain kripik wader, usaha mikro Siti Wader, juga memproduksi Kripik Udang, Kripik Cethul dan Kripik Belut. “Semua kripik yang dimasak tanpa bahan pengawet,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge